Review Semester I-2022

Saktinya Putin! Bikin Rubel Rusia From Zero to Hero

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
01 July 2022 10:20
Russian President Vladimir Putin gestures speaking during a joint news conference with German Chancellor Olaf Scholz following their talks in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, Feb. 15, 2022. Putin says Moscow is ready for security talks with the U.S. and NATO, as the Russian military announced a partial troop withdrawal from drills near Ukraine — new signs that may suggest a Russian invasion of its neighbor isn't imminent despite snowballing Western fears. (Sergey Guneev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Semester 1 2022 baru saja berakhir, di pasar mata uang terjadi kejutan yang luar biasa. Selain pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral, perang Rusia-Ukraina menjadi penggerak utama.

Sanksi yang diberikan Amerika Serikat (AS) dan Sekutu membuat kurs rubel jeblok lebih dari 100% melawan dolar AS ke rekor terlemah sepanjang sejarah RUB 150/US$ pada awal Maret lalu.

Namun tidak berlangsung lama, hanya dalam tempo 2 bulan rubel berbalik menguat dan menjadi mata uang terbaik di dunia hingga semester I berakhir. From zero to hero!


Rubel mengakhiri perdagangan Kamis (30/6/2022) di RUB 52,5/US$, selama semester I-2022 penguatannya tercatat lebih dari 40% dan berada di level terkuat dalam 7 tahun terakhir. Rubel jauh meninggalkan real Brasil yang menjadi mata uang terbaik kedua dengan penguatan sebesar 7,5%. Melengkapi 3 besar ada peso Meksiko yang menguat 1,8%.

idrFoto: Refinitiv

Hanya 3 mata uang tersebut yang mampu menguat melawan dolar AS di 6 bulan pertama tahun ini. Fakta tersebut menunjukkan betapa kuatnya dolar AS sebab bank sentralnya (The Fed) agresif dalam menaikkan suku bunga.

The Fed di bawah pimpinan Jerome Powell sudah 3 kali menaikkan suku bunga. Pada bukan lalu kenaikannya bahkan sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% - 1,75%. Kenaikan tersebut merupakan yang terbesar sejak 1994, dan masih akan dilakukan lagi di semester II-2022.

Di akhir tahun, The Fed memproyeksikan suku bunga berada di kisaran 3,25% - 3,5%.

Alhasil, mata uang lainnya rontok. Lira Turki menjadi yang terburuk dengan pelemahan nyaris 20%. Rupiah juga mengalami tekanan, tetapi posisinya masih cukup bagus dengan pelemahan sekitar 4%, bahkan menjadi salah satu mata uang terbaik di Asia.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Putin Bawa Rubel Libas Dolar AS

Putin Bawa Rubel Libas Dolar AS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading