Newsletter

Ada Demo 11 April, Akankah IHSG 'Tersengat'?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
11 April 2022 06:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak menguat pada perdagangan pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah berhasil finis di zona hijau.

Akhir pekan lalu, IHSG ditutup di posisi 7.210,84. Melesat 1,17% dibandingkan hari sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Selama sepekan, IHSG membukukan kenaikan 1,87% secara point-to-point. Dengan demikian, IHSG genap membukukan penguatan selama empat minggu beruntun.


Di level Asia, kinerja IHSG juga standout. IHSG mampu menguat saat indeks saham Asia lainnya lesu.

Minggu lalu, indeks Shanghai Composite (China) turun 0,94%. Sedangkan SETI (Thailand) berkurang 1,69%, Straits Times (Singapura) minus 1,05%, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,76%, dan PSEI (Filipina) terpangkas 1,89%.

Sepanjang minggu lalu, rupiah membukukan penguatan 0,03% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) secara point-to-point. Rupiah mengakhiri pekan di posisi Rp 14.360/US$.

Walau hanya menguat tipis, kinerja rupiah lebih baik ketimbang mata uang negara-negara tetangga yang mayoritas mengalami depresiasi di hadapan greenback. Won Korea Selatan melemah 0,48%, dolar Taiwan terdepresiasi 0,82%, baht Thailand minus 0,3%, ringgit Malaysia lesu 0,29%, dan dolar Singapura terpangkas 0,48%.

Kunci keperkasaan IHSG dan rupiah adalah derasnya arus modal yang mengalir ke pasar keuangan Tanah Air. Akhir pekan lalu, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 1,41 triliun di pasar saham Indonesia. Sepanjang 2022, nilai beli bersih investor asing mencapai Rp 37,52 triliun.

Halaman Selanjutnya --> Saham Teknologi Jeblok, Wall Street Rontok

Saham Teknologi Jeblok, Wall Street Rontok
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading