Sentimen Pasar Pekan Depan

Investor! Simak Nih Deretan Sentimen 'Hot' Pekan Depan

Market - adf, CNBC Indonesia
10 April 2022 19:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada pekan ini. Bersamaan dengan itu, rekor tertinggi teranyar pun tercipta.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di posisi 7.210,84 pada Jumat (8/4/2022). Melesat 1,17% dibandingkan hari sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Selama sepekan, IHSG membukukan kenaikan 1,87% secara point-to-point. Dengan demikian, IHSG genap membukukan penguatan selama empat minggu beruntun.


Di level Asia, kinerja IHSG juga standout. IHSG mampu menguat saat indeks saham Asia lainnya lesu.

Minggu ini, indeks Shanghai Composite (China) turun 0,94%. Sedangkan SETI (Thailand) berkurang 1,69%, Straits Times (Singapura) minus 1,05%, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,76%, dan PSEI (Filipina) terpangkas 1,89%.

Sentimen Pasar Pekan Depan

Untuk pekan depan, selain perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina, investor akan mengamati rilis data ekonomi di sejumlah negara, baik domestik maupun luar negeri.

Dari dalam negeri, pada Senin (11/4), Bank Indonesia (BI) akan merilis laporan survei penjualan eceran.

Sebelumnya, Survei BI menunjukkan kinerja penjualan eceran di tertahan pada Februari 2022. Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Februari ada di 202,8. IPR memang masih naik 15,2% dibandingkan Februari tahun lalu (year-on-year/yoy). Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan yang tercatat di Januari 2022 (209,6).

Kemudian, pada hari yang sama, raksasa ride-hailing dan e-commerce RI PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) bakal mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melantainya perusahaan yang bakal mengenakan ticker GOTO ini menjadi IPO yang paling diantisipasi investor saham Tanah Air pada awal kuartal II tahun ini.

Saham GOTO akan tercatat di papan utama BEI dan GoTo akan menjadi emiten ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun ini. Harga penawaran saham adalah sebesar Rp 338 per saham.

Adapun, total jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 1.184.363.929.502 saham. Nantinya, kapitalisasi pasar GOTO diperkirakan akan mencapai mencapai Rp400,3 triliun, masuk ke jajaran elite 4 besar big cap di bursa.

Atensi investor terhadap penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) cukup tinggi.

Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moelonoto mengatakan minat tinggi pasar membuat pesanan saham GoTo mengalami kelebihan permintaan hingga lebih dari 15 kali.

"Ini sebuah momen bersejarah, serta menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG yang beberapa kali sudah mencetak all time high," ujarnya dikutip, Minggu (10/4/2022).

Kemudian, pada Kamis (14/4), BI kembali akan merilis sejumlah data penting, seperti Statistik Utang Luar Negeri per Februari 2022, Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan I 2022, dan Prompt Manufacturing Index Triwulan I 2022.

Data Eksternal

Sementara dari luar negeri, pada Senin (11/4), para pelaku pasar juga akan menyimak data laju inflasi China per Maret 2022 yang diprediksi menjadi 1,2% secara tahunan (yoy), setelah tak berubah pada dua bulan sebelumnya.

Pada Selasa malam waktu Indonesia (12/4), investor juga akan menyimak salah satu data yang terus 'dipelototi', yakni inflasi Amerika Serikat (AS).

Laju inflasi tahunan AS diperkirakan akan kembali naik menuju rekor tertinggi baru menjadi 8,5%, dari sebelumnya 7,9%.

Angka inflasi yang terus meninggi dikhawatirkan akan membuat tindakan bank sentral AS Federal Reserve/The Fed semakin 'galak' dan bisa mempengaruhi pasar saham dunia.

Menurut ekonom Deutsche Bank, sikap agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi bisa membawa resesi ke Negeri Paman Sam.

The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga setengah poin persentase selama 3 pertemuan berikutnya.

Tindakan The Fed "kemungkinan akan memicu resesi ringan sekitar akhir 2023," kata catatan ekonom Deutsche Bank tersebut, dikutip USA Today (6/4).

"Meskipun ini pada akhirnya akan membantu mendorong inflasi lebih dekat ke target pada akhir 2024, tindakan tersebut juga akan menghasilkan kenaikan tajam dalam tingkat pengangguran," lanjut ekonom tersebut.

Deutsche sendiri merupakan salah satu bank besar pertama yang membunyikan 'alarm' resesi.

Di samping itu, investor juga akan menyimak data lainnya, seperti indeks keyakinan konsumen Australia, neraca dagang China per Maret 2022, laju inflasi Britania Raya per Maret (pada Rabu, 13/4).

Kemudian, soal keputusan suku bunga bank sentral Uni Eropa, penjualan ritel AS dan sentimen konsumen AS versi Universitas Michigan (Kamis, 14/4).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat Nih! Sentimen-Sentimen Besok Bisa Bikin 'Goyang' Pasar


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading