Alert! Bursa Saham Eropa 'Kebakaran'...

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
18 January 2022 16:58
A monitor is pictured for the official share trading Siemens Healthineers start following an initial public offering  (IPO) at the trading floor of Frankfurt’s stock exchange in Frankfurt Germany, March 16, 2018. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta,CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tersungkur di teritori depresiasi hingga penutupan perdagangan Selasa (18/1/2022). Ada isu apa?

Pada hari ini pukul 15:00 WIB rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14% menjadi Rp 14.335/US$ dari penutupan perdagangan hari kemarin.

Nasib rupiah setali tiga uang dengan bursa saham utama Asia, yang mayoritas menutup hari di zona merah. Indeks saham Nikkei 225 (Jepang) turun 0,27% ke 28.257,25, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,43% ke 24.112,779, dan Straits Times Singapura turun 0,18% ke 3.281,88.


Tidak hanya di zona Asia, bursa saham Eropa juga kompak merah pada perdagangan hari ini. Bahkan koreksinya lumayan dalam.

Pada pukul 15:30 WIB, tercatat indeks Stoxx 600 turun menjadi 4,43 poin (-0,91%) di 480,08. Indeks CAC (Prancis) turun 82,02 poin (-1,14%) ke 7.119,62, DAX (Jerman) melemah 149 poin (-0,94%) ke 15.784,72, dan FTSE (Inggris) turun 42,22 poin (-0,55%) ke 7.569,01.

Pelemahan di zona Eropa dipimpin oleh emiten saham dari sektor teknologi yang turun 1%, sementara saham minyak dan gas naik 0,6% dibalik lonjakan harga minyak karena ketengan yang terjadi di Timur Tengah.

Penurunan yang terjadi di bursa saham Eropa juga diperkirakan karena pelaku saham global masih fokus kepada potensi percepatan kenaikan suku bunga acuan dan arahan kebijakan moneter dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menghadapi pandemi di Amerika Serikat (AS). Mengacu kepada data World Health Organization (WHO) hari ini tercatat 873,666 kasus baru di Negeri Paman Sam.

US COVID casesSumber: WHO

Sementara itu, laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan kuartal IV-2021 akan dimulai dengan beberapa di antaranya yang dinanti pasar adalah Goldman Sachs dan PNC Financial yang dijadwalkan akan rilis pada Selasa waktu setempat. Sementara, Bank of America, United Health, dan Netflix juga akan merilis laporan pada pekan yang sama.

Kembali ke zona Eropa, pada Selasa waktu setempat, Departemen Ekonomi dan Keuangan melakukan pertemuan di Brussel (Belgia). Pertemuan itu terjadi sehari setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berjanji untuk bekerja sama lebih dekat dalam kebijakan kontinental meskipun ada perbedaan atas pelonggaran aturan fiskal UE.

Sisi lainnya, data riset ekonomi sentimen ZEW untuk Jerman dan laporan keuangan dari BHP tambang dari Inggris akan dirilis pada Selasa pagi waktu setempat.

Sentimen lainnya juga terjadi pada kenaikan harga minyak jenis brent yang mencapai kenaikan tertinggi selama 7 tahun dikarenakan adanya serangan oleh kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman terhadap tanker bahan bakar di Uni Emirates Arab.

Pelemahan nilai tukar rupiah juga disebabkan kenaikan indeks dolar AS (Dollar Index). Indeks yang mengukur kekuatan greenback dengan mata uang lain tersebut menguat 0,10% ke level 95.25.

Dari dalam negeri, kasus penyebaran Covid-19 terus memburuk, tercatat hingga akhir tahun lalu kasus infeksi harian Covid-19 masih konsisten di bawah 500 dan hari ini jumlah kasus sudah menembus 1.000/hari.

Para ahli dan pemerintah memprediksikan puncak kasus Covid-19 Omicron akan terjadi pada awal bulan Februari. Hal ini tentu akan berdampak pada pemulihan ekonomi domestik jika terus berlarut-larut dan tidak terkontrol.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tapering Off, Rupiah Akhir Tahun Bisa di Bawah Rp 14.200/USD


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading