ECB Masih Agresif Naikkan Suku Bunga, Bursa Eropa Turun Tipis

Market - M Malik Haknuh, CNBC Indonesia
25 January 2023 18:20
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sebelumnya beberapa kali menguat, bursa saham Eropa hari Rabu (25/01/2023) terpantau melemah diikuti sentimen negatif mengenai masih agresifnya bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) terhadap inflasi denga menaikkan suku bunga.

Data-data ekonomi Eropa seperti service PMI flash, serta survei indeks konsumen yang terpantau kembali membaik seakan-akan memberikan ruang untuk ECB yakin lebih agresif lagi menaikkan suku buka di Area Eropa.

Indeks Stoxx600 di Eropa mengalami penurunan 0,15% ke level 452,7. Di susul, Indeks Xetra Dax di Frankruft Jerman yang juga turun 0,06% ke level 15.083,98. Tidak kompak dengan yang lainnya, Indeks FTSE di London justru berhasil menguat 0,1 ke level 7.765,19.

Rilis data di Jerman, menunjukkan sektor jasa kembali berekspansi untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir. S&P Global melaporkan purchasing managers' index (PMI) jasa Jerman naik menjadi 50,4 pada Januari 2023, dari bulan sebelumnya 49,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawah 50 artinya kontraksi, di atasnya adalah ekspansi.

Pada rilis data ekonomi hari ini pun, terdapat Ifo Business Climate di Jerman yang di publikasi oleh Ifo Institute for Economic Research untuk mengukur ekspektasi iklim bisnis enam bulan ke depan. Berdasarkan survei produsen, grosir, dan pengecer.

Indikator Iklim Bisnis Ifo untuk Jerman kali ini naik 1,6 poin dari bulan sebelumnya menjadi 90,2 pada Januari 2023, kenaikan empat bulan berturut-turut dan level tertinggi sejak Juni tahun lalu.

Lebih lanjut, S&P Global juga melaporkan PMI sektor jasa zona Eropa naik menjadi 50.7 di bulan Januari 2023. Ini pertama kalinya PMI aktivitas jasa zona Eropa kembali ekspansi sejak Juli tahun sebelumnya, didorong oleh sektor jasa teknologi, kesehatan dan farmasi. Diikuti dari sisi harga, inflasi biaya input merosot ke level terendahnya dalam 13 bulan, sementara inflasi harga jual rata-rata bergerak lebih tinggi.

Investor masih menunggu rilis data inflasi Eropa yang sebelumnya di bulan Desember berada di angka 9,2% year-on-Year. Sedangkan suku bunga zona Eropa masih berada di level jauh dari tingkat inflasi yaitu 2,5% sehingga pelaku pasar berekspektasi ECB masih akan tetap bersikap hawkish dalam kebijakan kenaikan suku bunga kali ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

ECB Diramal Hawkish, Bursa Eropa Tetap Cerah!


(mak/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading