Dow Futures Melemah Jelang Laporan Keuangan Bank

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
14 January 2022 20:14
Wall Street/Brendan McDermid | Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) bursa Amerika Serikat (AS) cenderung melemah pada perdagangan Jumat (14/1/2022), jelang rilis laporan keuangan bank-bank besar Negara Adidaya tersebut.

Diperkirakan Indeks saham Dow Jones melemah pada pembukaan nanti, bersamaan dengan koreksi indeks saham S&P 500 dan Nasdaq. Kontrak futures Dow Jones drop 115 poin, sementara kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar 0,4% dan 0,7%.

Emiten AS sudah mulai merilis laporan keuangan kuartal IV-2021, dengan beberapa di antaranya yang dinanti pasar adalah JPMorgan, Citigroup, dan Wells Fargo yang dijadwalkan akan rilis tepat sebelum pasar perdagangan buka hari ini.


Semua indeks saham pada bursa Amerika kompak turun pada pembukaan perdagangan Kamis. Indeks Dow Jones dan S&P 500 jatuh 0,48% dan 1,42% setelah berhasil naik selama tiga hari beruntun. Namun, Dow Jones yang berisikan saham 30 emiten terbesar AS sempat menguat hingga 200 poin.

Indeks Nasdaq Composite kurang baik performanya karena turun 2,51% dan menghentikan laju kenaikan selama tiga hari beruntun karena saham teknologi sedang berada di bawah tekanan. Saham Microsoft turun lebih dari 4%, disusul Nvidia sebesar 5%. Saham Apple, Amazon, Meta, Netflix, dan Alphabet hanya turun tipis di penutupan pasar.

Investor lebih memilih saham yang sudah kuat karena cemas dengan adanya isu-isu terkait kenaikan suku bunga acuan, sehingga indeks saham yang masih berkembang di nilai kurang atraktif.

"Emiten teknologi sedang menjual sahamnya besar-besaran karena prediksi kenaikan harga ke depannya, lalu pelaku pasar saham juga memburu saham yang sudah memiliki nilai kuat dan melakukan perdagangan berbasis saham siklikal," tutur Ed Moya senior analis di Oanda, seperti dikutip CNBC International.

Beberapa laporan ekonomi akan dirilis pada Jumat ini termasuk penjualan ritel Desember. Para ekonom memprediksi bahwa laporan penjualan tersebut akan menurun 0,1% jika mengacu kepada riset Dow Jones. Periode November, penjualan ritel di AS meningkat 0,3% tapi masih lebih rendah dari prediksi para ekonom yang semula memprediksi angka 0,9%.

Sektor industri juga akan merilis laporan, yakni angka produksi industri, di mana Wall Street mengharapkan sedikitnya ada kenaikan sebesar 0,2%. Sementara itu, indeks sentimen konsumen dijadwalkan rilis pada Jumat pagi waktu setempat.

Indeks Harga Produsen (IHP) naik 0,2% (month-to-month/mtm) di Desember, tapi masih lebih rendah 0,4% dari harapan ekonom, menurut Departemen Ketenagakerjaan. Laporan ini dirilis mengikuti Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik 7% (year-to-year/yoy) selama periode Desember yang menjadi kenaikan tercepat sejak 1982.

"Perekonomian akan tetap kuat dan kecemasan akan inflasi AS dan The Fed [Federal Reserve/bank sentral AS] akan segera mereda," tutur Brent Schutte, Kepala Perencana Investasi Nortwestern Mutual Wealth Management.

Sepanjang pekan ini, indeks saham berada di zona merah di mana Dow Jones dan S&P 500 mengalami penurunan selama 2 minggu beruntun sedangkan indeks Nasdaq sudah tiga minggu mengalami penyusutan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kecemasan Evergrande Memudar, Dow Futures Lompat 200 Poin


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading