"Terinfeksi" Omicron, Harga Karet Terjun 5,4% Dalam Sepekan

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
10 December 2021 14:05
A farmer collects latex at a rubber plantation in Buon Ma Thuot City, in Vietnam's central highland April 2, 2010. REUTERS/Kham

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet berjangka jatuh pada perdagangan Jumat (10/12) siang karena pembatasan mobilitas banyak negara mengaburkan prospek pemulihan ekonomi.

Pada Jumat (10/12/2021) pukul 11.44 WIB harga karet berjangka Jepang tercatat JPY 227,6/kg, turun 0,48% dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya.

KaretFoto: Refinitiv
Karet

Harga karet melanjutkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut mendekati harga terendah sejak bulan lalu.


Penyebaran Omicron jadi momok mengerikan bagi karet. Kinerja mingguan karet anljok 5,40%, terburuk sejak minggu pertama bulan November.

Untuk mencegah penyebaran beberapa negara melakukan kebijakan pembatasan kegiatan yang ketat.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada hari Rabu mengumumkan pembatasan mobilitas masyarakat dan pemberlakuan protocol yang lebih ketat. Tujuannya adalah membatasi penyebaran COVID-19 (Coronavirus Disease 2019).

Dia juga memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum, dan melakukan vaksin untuk memperlambat penyebaran varian baru, Omicron.

Sementara di China, konsumen utama karet dunia, memperketat aturan perjalanan.

Kebijakan pembatasan ini menurunkan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Permintaan Diramal Pulih, Harga Karet Bangkit


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading