Aksi Profit Taking Buat Harga Karet Tergelincir

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
07 October 2021 11:35
A farmer collects latex at a rubber plantation in Buon Ma Thuot City, in Vietnam's central highland April 2, 2010. REUTERS/Kham

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet dunia tergelincir pada perdagangan menjelang siang hari ini karena adanya aksi ambil untung investor setelah naik 10% sejak menyentuh harga terendah pada 22 September 2021.

Pada Kamis (7/10/2021) pukul 10:50 WIB harga karet berjangka pasar Jepang tercatat JPY 213,6/kg. Turun 0,33% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin.


karetSumber: Refinitiv

Harga karet dunia terus menguat sejak pertengahan September didorong oleh pergantian Perdana Menteri di Jepang dan penguncian daerah (lockdown) yang mulai dibuka memberi harapan pemulihan ekonomi Negeri Sakura dari COVID-19 (Coronavirus Disease 2019).

Terpilihnya PM Jepang memberikan harapan pemulihan ekonomi yang sempat turun karena terserang virus corona . Saat kampanye, Kishida memiliki rencana memberikan stimulus JPY 30 triliun atau setara dengan US$ 273 miliar jika terpilih. Dana tersebut akan digunakan untuk pemulihan ekonomi Jepang.

Kedua sentimen ini menjadi oase di tengah gempuran berita buruk dari China terkait krisis listrik dan perlambatan ekonomi. China sendiri adalah konsumen besar karet dunia, sehingga gangguan permintaan dari China akan menekan harga karet dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Dunia Terancam Madesu, Harga Karet Ikutan Lesu


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading