Saham Properti Receh Naik Daun, Bergerak Liar Saat IHSG Merah

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 November 2021 09:42
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah saham emiten properti menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (18/11/2021), melanjutkan kenaikan setidaknya sejak 2 hari lalu. Beberapa di antara saham tersebut memiliki nilai kapitalisasi mini (small cap).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.29 WIB, indeks sektor properti (IDXPROPERT) berhasil naik 0,11%, menjadi slaah satu dari beberapa indeks sektoral yang menguat.

Berikut ini kenaikan saham properti pagi ini.


  1. Royalindo Investa Wijaya (INDO), saham +4,23%, ke Rp 197/saham

  2. Bekasi Asri Pemula (BAPA), +3,85%, ke Rp 81/saham

  3. Trimitra Prawara Goldland (ATAP), +1,59%, ke Rp 192/saham

  4. Andalan Sakti Primaindo (ASPI), +1,25%, ke Rp 81/saham

  5. Summarecon Agung (SMRA), +1,04%, ke Rp 970/saham

  6. Pollux Properti Indonesia (POLL), +0,96%, ke Rp 2.100/saham

  7. Lippo Cikarang (LPCK), +0,86%, ke Rp 1.175/saham

  8. Agung Podomoro Land (APLN), +0,74%, ke Rp 137/saham

Menurut data di atas, ada 4 saham dengan kapitalisasi pasar mini, yakni INDO (Rp 863,28 Miliar/M), BAPA (Rp 54,93 M), ATAP (Rp 240,00 M), dan ASPI (Rp 55,91 M).

Khusus saham INDO dan BAPA, nilai transaksinya tergolong tinggi, yakni masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 10 miliar.

Saham INDO memimpin kenaikan sebesar 4,23% ke RP 197/saham. Dalam sepekan, saham ini melejit 10,50%, sedangkan dalam sebulan naik 17,75%.

Di posisi kedua, ada saham BAPA yang terkerek 3,85%. Dalam seminggu saham BAPA melonjak 15,28% dan dalam sebulan melesat 56,60%.

Saham ATAP dan ASPI juga mencuat masing-masing 1,59% dan 1,25%.

Tidak ketinggalan, saham raksasa properti, SMRA, POLL, LPCK dan APLN juga terapresiasi, masing-masing sebesar 1,04%, 0,96%, 0,86%, dan 0,74%.

Melandainya kasus Covid-19 yang turut meningkatkan kepercayaan konsumen membeli produk properti, ditambah sejumlah insentif dari pemerintah seperti kelonggaran LTV 0% bagi uang muka pembelian rumah menjadi katalis positif bagi emiten di sektor ini.

Sejumlah perusahaan pengembang properti tanah air mulai membukukan kinerja positif di kuartal ketiga 2021.

Di samping itu, BI mencatat, pertumbuhan kredit di sektor properti saat ini pertumbuhan agregatnya telah mencapai 8,67% pada September 2021. Meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 2,21%.

"Penjualan perumahan membaik. Contoh rumah menengah pada Kuartal I-2020 masih kontraksi atau -5,63%. Sementara di Kuartal III-2021 sudah tumbuh positif 3,36%. Ini perkembangan yang patut kita syukuri," ujar Juda dalam program Power Lunch CNBC Indonesia TV, Rabu (3/11/2021).

"Itu memberikan perkembangan menggembirakan, dari suku bunga kredit baru, rata-rata di bulan September sudah mencapai 8,6%, turun 100 basis point dibandingkan tahun lalu yang sebesar 9,65," ujarnya lagi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading