Garap Proyek MRT, ADHI Bidik Kontrak Baru Rp 24 T Tahun Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 November 2021 14:30
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkansampai dengan penghujung tahun ini memperoleh kontrak baru senilai Rp 24 triliun.

Direktur Human Capital dan Sistem, Agus Karianto mengungkapkan, target kontrak baru tersebut mengalami peningkatan sebesar 20% dari tahun lalu Rp 19,7 triliun.

"Diharapkan sampai dengan akhir tahun ini, kami masih optimis dengan perolehan kontrak baru sebesar Rp 24 triliun," ungkap Agus, dalam paparan publik, Rabu (17/11/2021).


Agus menambahkan, dari sisi order book saat ini sudah mencapai Rp 46 triliun yang terdiri carry over tahun sebelumnya senilai Rp 33,47 triliun dan order book yang sudah dibukukan senilai Rp 12,67 triliun.

Adapun, proyek aktif yang dikejakan ADHI sebanyak 195 proyek. Namun, pada saat pandemi ada 20 proyek yang dihentikan sementara.

Sampai dengan September 2021, Adhi Karya juga tercatat membukukan realisasi kontrak baru senilai Rp 11,3 triliun. Kontrak baru itu meningkat 8,3% secara tahunan. 91% dari kontrak baru tersebut berdasarkan lini bisnis dari sektor konstruksi dan energi, 8% dari proyek properti dan 1% proyek lainnya.

Dari nilai tersebut, ADHI melakukan 41% pekerjaan gedung, 32% pekerjaan jalan dan 27% pekerjaan lainnya. Sedangkan, berdasarkan sumber dananya,
proyek-proyek tersebut didapatkan 42% dari pemerintah, 20% dari BUMN dan BUMD, 38% dari awasta dan lainnya.

Perseroan juga telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 388,8 miliar yang diperuntukan 23,6% untuk investasi di proyek yang dikerjakan perseroan dan 76,4% berupa investasi di fixed asset.

Belanja modal di tahun ini didominasi oleh penyertan proyek investasi sebesar 23,6% yang mengalami penyesuaian timeline akibat gelombang kedua Covid-19.

Selain itu, ADHI juga terus memaksimalkan kinerja melalui pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional, antara lain jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km dengan progres per November 2021 sebesar 76,4%. Berikutnya, terdapat proyek pembangunan Prasarana LRT Jabodebek sepanjang 44,5 km dengan progres per November 2021 sebesar 88,1%, dan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dengan progres per November 2021 sebesar 23,5%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Adhi Karya 'Ketiban' Kontrak Baru Rp 11 T, Saham Naik Tipis!


(sys/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading