Naik Daun Nih! Reli Saham-saham Properti Berlanjut Gaes

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
04 November 2021 10:52
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten properti kembali menguat pada lanjutan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (4/11/2021), setelah setidaknya pada perdangan Rabu (3/11) cenderung ditutup naik.

Melandainya kasus Covid-19 yang turut meningkatkan kepercayaan konsumen membeli produk properti, ditambah sejumlah insentif dari pemerintah seperti kelonggaran LTV 0% bagi uang muka pembelian rumah menjadi katalis positif bagi emiten di sektor ini.

Sejumlah perusahaan pengembang properti tanah air mulai membukukan kinerja positif di kuartal ketiga 2021.


Berikut kenaikan saham properti, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI, pukul 10.27 WIB.

  1. Royalindo Investa Wijaya (INDO), saham +9,77%, ke Rp 191/saham

  2. Sentul City (BKSL), +3,03%, ke Rp 68/saham

  3. Andalan Sakti Primaindo (ASPI), +2,41%, ke Rp 85/saham

  4. Binakarya Jaya Abadi (BIKA), +2,19%, ke Rp 280/saham

  5. Bukit Darmo Property (BKDP), +2,00%, ke Rp 51/saham

  6. Metropolitan Land (MTLA), +1,69%, ke Rp 360/saham

  7. Agung Podomoro Land (APLN), +1,43%, ke Rp 142/saham

  8. PP Properti (PPRO), +1,41%, ke Rp 72/saham

  9. Ciputra Development (CTRA), +1,38%, ke Rp 1.100/saham

  10. Intiland Development (DILD), +1,15%, ke Rp 176/saham

  11. Pakuwon Jati (PWON), +0,97%, ke Rp 520/saham

  12. Alam Sutera Realty (ASRI), +0,53%, ke Rp 188/saham

  13. Lippo Cikarang (LPCK), +0,49%, ke Rp 1.025/saham

  14. Bumi Serpong Damai (BSDE), +0,44%, ke Rp 1.130/saham

  15. Pollux Properties Indonesia (POLL), +0,31%, ke Rp 3.250/saham

Menurut data di atas, saham INDO memimpin kenaikan dengan melesat 9,77% ke Rp 191/saham, usai naik 1,16% pada Rabu kemarin.

Di posisi kedua, ada saham BKSL yang terkerek 3,03% ke Rp 68/saham, melanjutkan kenaikan 3,13% pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan, saham BKSL naik 9,68% dan dalam sebulan melejit 11,48%.

Pada sembilan bulan pertama ini tercatat BKSL membukukan pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun, naik 959% secara tahunan.

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, Tjetje Muljanto mengatakan, kenaikan pendapatan ditopang oleh adanya transaksi penjualan lahan siap bangun dan bangunan senilai Rp 2,4 triliun atau 2.066 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, per 30 September 2021, BKSL membukukan laba bersih sebesar Rp 300 miliar, naik Rp 630 miliar atau naik 191 % secara tahunan.

Saham emiten Grup Sinar Mas BSDE pun tercatat naik 0,44% ke Rp 1.130/saham, melanjutkan kenaikan dalam 2 hari terakhir.

Dalam sepekan, saham BSDE mencuat 4,15% dan dalam sebulan terapresiasi 1,80%.

Sebelumnya, sampai dengan September 2021 tercatat BSDE membukukan pra penjualan senilai Rp 6,1 triliun, meningkat secara tahunan sebesar 29% dari sebelumnya Rp 4,7 triliun.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengungkapkan, pada Senin (1/11), kenaikan pra penjualan ini imbas dari kebijakan pemerintah memberikan beragam stimulus di sektor properti, sehingga sektor properti kembali pulih. Dengan kinerja tersebut, perseroan optimistis meraih target prapenjualan sebesar Rp 7 triliun pada akhir Desember 2021.

Kabar baik untuk sektor properti datang dari Bank Indonesia (BI) yang melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan) hingga tahun depan.

Bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu, dan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Kebijakan ini juga berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.

BI mencatat pertumbuhan kredit di sektor properti saat ini pertumbuhan agregatnya telah mencapai 8,67% pada September 2021. Meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 2,21%.

"Penjualan perumahan membaik. Contoh rumah menengah pada Kuartal I-2020 masih kontraksi atau -5,63%. Sementara di Kuartal III-2021 sudah tumbuh positif 3,36%. Ini perkembangan yang patut kita syukuri," ujar Juda dalam program Power Lunch CNBC Indonesia TV, Rabu (3/11/2021).

"Itu memberikan perkembangan menggembirakan, dari suku bunga kredit baru, rata-rata di bulan September sudah mencapai 8,6%, turun 100 basis point dibandingkan tahun lalu yang sebesar 9,65," ujarnya lagi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading