Kenapa Citigroup Sekuritas Disuspensi? Ini Alasan Bursa Efek

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 November 2021 14:20
Citigroup

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan aktivitas perdagangan efek di bursa yang dilakukan oleh PT Citigroup Sekuritas Indonesia sejak sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (9/11/2021).

Hal ini berdasarkan pengumuman yang disampaikan BEI dengan Nomor Peng-00044/BEI.ANG/11-2021 pada 9 November 2021 di Jakarta yang ditandatangani Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang dan Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo.

BEI menyebut, Citigroup Sekuritas, bagian dari bank investasi Citi, mengajukan permintaan untuk menghentikan aktivitas perdagangan efek (voluntary suspension).


"Sebagaimana diatur dalam ketentuan II.2.1. Peraturan Bursa Nomor III-G tentang Suspensi dan Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa terhitung sejak sesi I perdagangan efek tanggal 9 November 2021, Citigroup Sekuritas Indonesia tidak diperkenankan melakukan aktivitas perdagangan di Bursa sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," tulis pengumuman tersebut, Selasa (9/11/2021).

Pada perdagangan hari ini, broker dengan kode CG itu memang tidak bisa lagi menjalankan layanan perdagangan saham seperti biasa.

Hal ini berdasarkan data di salah satu aplikasi trading yang memunculkan notifikasi Citigroup Sekuritas Indonesia disuspensi sejak pukul 09.49 pada Selasa ini (11/9/2021). Sehingga, nasabah tidak bisa melakukan transaksi di perusahaan sekuritas yang terafiliasi dengan Citi Indonesia ini.

CNBC Indonesia sudah mengonfirmasi Country Head of Corporate Affairs Citibank N.A., Indonesia, Puni A. Anjungsari terkait suspensi ini, namun hingga berita ini ditayangkan, Puni belum memberikan jawaban.

Namun, bila melihat kabar yang beredar sebelumnya, perusahaan sekuritas dengan kode CG ini akan berhenti untuk memberikan layanannya mulai Jumat 15 Oktober 2021.

Dalam pengumuman yang disampaikan oleh sekuritas ini yang tersebar di grup-grup WhatsApp pelaku pasar modal, analis dan trader, disebutkan bahwa perusahaan ini tidak lagi akan menyediakan layanan penjualan domestik di Indonesia.

"Mohon diperhatikan bahwa mulai 18 Oktober 2021, Citigroup Sekuritas Indonesia tidak lagi menyediakan layanan penjualan dan eksekusi domestik di Indonesia," tulis pengumuman tersebut, dikutip Senin ini.

"Citigroup Sekuritas Indonesia Equity berterima kasih kepada klien atas bisnis mereka selama lebih dari 10 tahun terakhir. Perdagangan terakhir untuk Citigroup adalah 15 Oktober 2021."

Berdasarkan data BEI, Citigroup Sekuritas adalah perusahaan sekuritas yang sahamnya dimiliki 85% oleh Citibank Overseas Investment Corp USA, dan 15% dimiliki Gunawan Geniusahardja.

Perseroan tidak menjalankan transaksi efek sejak Oktober 2021. Adapun, nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perseroan pada November 2021 mencapai Rp 293,36 miliar.

Sebelumnya, manajemen Citi Indonesia memastikan bahwa kendati perusahaan akan menjual bisnis consumer banking di Indonesia, tetapi anak usahanya yang bergerak di bisnis sekuritas, Citigroup Sekuritas Indonesia, tidak akan hengkang dari Indonesia.

Hal ini ditegaskan Puni A. Anjungsari merespons kabar yang menyebutkan Citigroup Sekuritas akan menghentikan bisnisnya di Indonesia, buntut dari dijualnya bisnis consumer Citi.

"Citigroup Sekuritas Indonesia tidak akan keluar dari Indonesia, dan berkomitmen untuk terus melayani para klien institutionalnya," kata Puni A, dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada CNBC Indonesia, Rabu (29/2/2021).

Adapun terkait dengan penjualan bisnis consumer, Puni mengatakan Citi terus berupaya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi karyawan, klien, dan pemegang saham kami di seluruh negara di mana perusahaan akan melakukan penjualan bisnis consumer banking.

"Diskusi dengan para pembeli potensial saat ini masih berlangsung di negara yang terdampak dengan minat yang cukup kuat, termasuk Indonesia," kata Puni dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

Untuk diketahui, melansir sumber Bloomberg pekan lalu, DBS Singapura dan United Overseas Bank Ltd. (UOB) dikabarkan bersaing untuk mendapatkan lini bisnis Citigroup ini di Indonesia. Disebutkan aset di Indonesia ini setidaknya akan dilepas dengan harga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Tak hanya di Indonesia, Citi juga melepas bisnis consumer banking-nya di empat negara lainnya, yakni Filipina, Taiwan, India, dan Thailand.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Citigroup Sekuritas Mau Cabut 15 Oktober? Ini Respons Bursa


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading