Outlook

Gak Tanggung-tanggung, 10 Bank Global Pangkas Ekonomi China!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
18 October 2021 06:50
Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang rilis angka pertumbuhan kuartalan ekonomi China yang akan disampaikan pada Senin (18/10), sebagian besar bank investasi besar global telah memangkas prediksi PDB (produk domestik bruto) mereka atas China untuk tahun ini.

Bank-bank ini bahkan memperingatkan bahwa terjadinya pemadaman listrik yang tiba-tiba dan kemerosotan pasar properti di Tiongkok setelah 'skandal' Evergrande China, dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu itu.

CNBC International merangkum perkiraan untuk PDB setahun penuh bagi China dari 13 bank besar, 10 di antaranya telah memangkas perkiraan mereka sejak Agustus.


Prediksi median adalah pertumbuhan sebesar 8,2% tahun ini, mengikuti angka pemangkasan terbaru. Angka pertumbuhan itu turun 0,3 poin persentase dari perkiraan median sebelumnya.

Dari perusahaan yang dirangkum CNBC, bank investasi Jepang Nomura memiliki perkiraan setahun penuh terendah untuk China sebesar 7,7%.

Sementara itu, bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara, DBS -- yang sudah disalip oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari Indonesia -- memiliki proyeksi pertumbuhan tertinggi sebesar 8,8%.

Berikut adalah prakiraan bank untuk setahun penuh:

Bank yang memangkas perkiraan PDB China

Agustus

ANZ: Dipangkas menjadi 8,3%, dari 8,8%

Morgan Stanley: Dipangkas menjadi 7,9%, dari 8,2%

September

Bank of America: Dipangkas menjadi 8%, dari 8,3%

Citi: Dipangkas menjadi 8,2%, dari 8,7%

Deutsche Bank: Dipangkas menjadi 8,4%, dari 8,9%

Goldman Sachs: Dipangkas menjadi 7,8%, dari 8,2%

HSBC: Dipangkas menjadi 8,3%, dari 8,5%

Nomura: Dipangkas menjadi 7,7%, dari 8,2%

Oktober

Standard Chartered: Dipangkas menjadi 8,2%, dari 8,8%

JPMorgan: Dipangkas menjadi 8,3% dari 8,7%

Bank yang tidak mengubah perkiraan China

Credit Suisse: 8,2%.

DBS: 8,8%.

UBS: 8,2%.

Lanskap ekonomi Tiongkok
Para ekonom bank-bank ini menilai, faktor negatif bagi pertumbuhan PDB China telah meningkat tahun ini, mulai dari belanja konsumen yang lebih lambat dari perkiraan hingga adanya bencana banjir yang mengganggu aktivitas ekonomi.

Selain itu, yang kian menambah ketidakpastian ialah tindakan keras peraturan di Beijing yang luas, termasuk berkaitan dengan pengembang real estat yang punya utang tinggi dan perilaku yang diduga monopoli oleh raksasa teknologi internet.

Pertumbuhan ekspor yang kuat tetap menjadi titik terang. Ekspansi ekonomi China masih berada di laju yang melampaui prediksi pertumbuhan global IMF sebesar 5,9%.

Analis mengatakan China mengambil kesempatan tahun ini untuk membuat penyesuaian yang menekan ekonomi nasionalnya, tetapi dirasa perlu dilakukan terhadap ekonominya. Target PDB resmi China ditargetkan tumbuh lebih dari 6% tahun ini jauh lebih rendah dari yang dipatok oleh bank investasi.

Per kuartal II, Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan PDB China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9%.

Dikutip dari AFP, angka tersebut turun signifikan dari kuartal sebelumnya sebesar 18,3%. Ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut telah pulih cepat dari pukulan pandemi tahun lalu.

Namun, konsumen tetap memiliki keraguan untuk berbelanja secara royal di tengah kondisi yang tidak pasti. Biro Statistik pun mengungkap walau ekonomi negara mulai pulih dengan baik pada semester I 2021, namun ketidakpastian eksternal membuat pemulihan domestik tidak merata.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading