Internasional

Tak Tinggal Diam, Evergrande Selidiki Rp 30 T yang Disita

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
30 March 2022 17:40
FILE PHOTO: People gather to demand repayment of loans and financial products at the lobby of Evergrande's Shenzhen headquarter, Guangdong province, China September 13, 2021. REUTERS/David Kirton/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat firma hukum dan akuntan akan membantu menyelidiki bagaimana bank akhirnya dapat mengambil kendali lebih dari US$ 2 miliar di anak perusahaan utama China Evergrande Group.

Pekan lalu, pengembang real-estate China dengan utang terbesar dan unit usahanya Evergrande Property Services Group Ltd mengatakan pemberi pinjaman telah mengambil alih lebih dari 13,4 miliar yuan (US$ 2,1 miliar) atau sekitar Rp 30,13 triliun, dari deposito bank yang diletakkan oleh anak perusahaan untuk menjamin pinjaman pihak ketiga.

Penasihat profesional akan bekerja dengan direktur non-eksekutif di Evergrande dan unit layanan propertinya, setelah kedua perusahaan tersebut membentuk komite untuk menyelidiki insiden tersebut.


"Investigasi awal telah mengungkapkan bahwa janji simpanan yang relevan dan [pengambilalihan] terjadi pada tahun 2021," kata Evergrande Selasa malam dalam pengajuan ke bursa saham Hong Kong, dilansir The Wall Street Journal.

Evergrande mengatakan akan mempekerjakan Reed Smith Richards Butler LLP, sementara anak perusahaan akan menunjuk DLA Piper, Jincheng Tongda & Neal dan Grant Thornton China.

Kedua perusahaan mengatakan komite investigasi telah mulai mengumpulkan informasi dan akan berusaha untuk menyelesaikan penyelidikan mereka sesegera mungkin.

Saham di dua perusahaan yang terdaftar di Hong Kong dan anak perusahaan besar Evergrande lainnya, China Evergrande New Energy Vehicle Group Ltd, telah dihentikan sejak 21 Maret.

Kinerja saham Evergrande dan entitas anak setahun terakhirFoto: Google Finance
Kinerja saham Evergrande dan entitas anak setahun terakhir

Hari ini, saham unit pembuatan mobil, yang juga dikenal sebagai Evergrande Auto, kembali diperdagangkan dan turun sebanyak 10%. Evergrande Auto mengatakan sedang mencari informasi lebih lanjut tentang penyitaan deposit di sister company.

Meski perdagangan telah dilanjutkan, Evergrande Auto mengatakan perdagangan sahamnya akan dihentikan kembali mulai Jumat, karena tidak dapat mempublikasikan hasil tahunan yang diaudit kepada bursa Hong Kong yang batas waktunya jatuh pada 31 Maret.

Perusahaan juga menyebut bahwa mereka berharap dapat merilis hasil yang diaudit dalam waktu sekitar tiga bulan.

Evergrande and Evergrande Property Services, yang sahamnya masih ditangguhkan, mengatakan bahwa keduanya juga tidak akan memenuhi tenggat waktu untuk laporan yang telah diaudit.

Lepas saham Rp 8,25 triliun

Dalam pengajuan lain di bursa Hong Kong, Evergrande mengatakan telah setuju untuk melepas saham di Crystal City, sebuah proyek di kota Hangzhou, China timur, senilai 3,66 miliar yuan, atau sekitar US$ 575 juta (Rp 8,25 triliun).

Kedua pembeli yang merupakan perusahaan milik negara akan membayar Evergrande dalam waktu 20 bulan setelah penjualan selesai, sebut pengajuan tersebut. Sekitar seperempat dari hasil akan digunakan untuk membayar biaya konstruksi yang terutang kepada salah satu pembeli, tambah Evergrande.

Evergrande adalah perusahaan pengembang properti China yang memiliki utang terbesar di dunia, dengan kewajiban setara lebih dari US$ 300 miliar (Rp 4.300 triliun) per Juni 2021. Evergrande telah gagal membayar (default) utang luar negerinya pada Desember tahun lalu.

Pekan lalu, Evergrande mengatakan kepada kreditur offshore bahwa pihaknya berada di jalur yang tepat untuk menyampaikan rencana restrukturisasi global pada Juli, tetapi memperingatkan bahwa mungkin ada janji dan jaminan tambahan yang dibuat dari anak perusahaan di luar kepada entitas yang berada di China daratan.

Tambahan klausul tersebut yang pada akhirnya dapat mengikis berapa banyak uang kreditur yang dapat dipulihkan dari investasi mereka di Evergrande.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Teror Utang, Pemilik Evergrande Jual Rp 5 T Saham Perusahaan


(fsd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading