Tertinggi Dalam Sejarah, Harga Bitcoin Sentuh US$ 60.000

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 October 2021 17:15
Ilustrasi/ Cryptocurrency / Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin tembus US$ 60.000 pada Jumat (15/10/2021) malam. Hal ini menjadikan harga bitcoin berada pada level tertinggi sepanjang masa, karena para pedagang berspekulasi bahwa regulator AS akan menghapus dana yang diperdagangan di bursa berjangka bitcoin pertama.

Seperti diketahui, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan dana yang diperdagangkan di bursa berjangka bitcoin pertama untuk memulai perdagangan minggu depan.


Hal itu jelas menjadi kemenangan penting bagi industri cryptocurrency yang telah lama meminta izin dari regulator utama Wall Street. Hal ini diungkapkan oleh seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Secara khusus, orang tersebut mengatakan SEC tidak mungkin memblokir ETF yang diusulkan oleh ProShares dan Invesco, yang didasarkan pada kontrak berjangka dan diajukan di bawah pedoman reksa dana yang menurut Ketua SEC, Gary Gensler telah menawarkan perlindungan yang signifikan kepada investor.

ETF Strategi Bitcoin ProShares dijadwalkan untuk debut di Bursa Efek New York pada hari Selasa, dan para ahli percaya SEC tidak mungkin menolak produk tersebut.

Kontrak berjangka bitcoin CME untuk Oktober terakhir diperdagangkan pada $60.570, naik sekitar 4%.

Persetujuan ETF yang memberi investor arus utama paparan bitcoin akan menjadi titik awal bagi industri kripto, yang telah lama mendorong penerimaan aset digital yang lebih besar di Wall Street.

"Berita ETF sedang diperhitungkan dengan pasar, mengharapkan persetujuan pada hari Senin. Ini mendorong harga naik," ujar Vijay Ayyar, kepala Asia Pasifik di bursa cryptocurrency Luno, mengatakan kepada CNBC, Sabtu (16/10/2021).

Kendati demikian, Ayyar memperingatkan bahwa penolakan terhadap produk ProShares dapat mengirim bitcoin turun tajam.

Mikkel Morch, direktur eksekutif di dana lindung nilai aset digital ARK36, mengatakan bitcoin dapat reli di atas level tertinggi hampir $65.000 sepanjang masa dari April, dan memperingatkan cryptocurrency selanjutnya dapat mengalami penurunan jangka pendek.

"Investor harus menyadari bahwa harapan untuk reli berkelanjutan di atas penghalang $60 ribu dan lebih jauh melalui tertinggi sepanjang masa sebelumnya mungkin juga berubah menjadi skenario beli rumor, jual berita," ujarnya.

Untuk diketahui, tidak semua cryptocurrency mendapat peningkatan harga dari berita ETF pada Jumat silam. Ether, koin terbesar kedua, naik 0,5% menjadi US$ 3.804 di bursa spot. Namun, XRP turun sekitar 2%.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya telah mengalami peningkatan harga cukup liar tahun ini. Koin digital nomor satu mencapai tertinggi sepanjang masa di atas US$ 64.000 pada bulan April, sebelum merosot tajam karena adanya tindakan keras terhadap pasar crypto di China. Sejak itu melakukan comeback dan memiliki harga lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Regulator telah mengambil garis yang lebih keras pada crypto tahun ini, karena minat dari investor telah melonjak. Industri telah melakukan perlawanan. Coinbase pada hari Kamis (14/10/2021) juga telah meminta AS untuk membuat regulator baru untuk mengawasi aset digital.

Awal pekan ini, Deputi Gubernur Bank of England Jon Cunliffe memperingatkan cryptocurrency dapat memicu krisis keuangan global yang sama besarnya dengan kehancuran 2008.

"Ketika sesuatu dalam sistem keuangan tumbuh sangat cepat, dan tumbuh di ruang yang sebagian besar tidak diatur, otoritas stabilitas keuangan harus mengawasinya," kata Cunliffe dalam pidatonya Rabu.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading