GoTo-Traveloka cs Mau IPO, Indeks MSCI RI Bakal Terkerek

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 October 2021 18:45
Morgan Stanley

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur dan Kepala Riset PT Citigroup Sekuritas Indonesia, Ferry Wong menyatakan, melantainya perusahaan teknologi unicorn di pasar modal akan meningkatnya bobot saham Indonesia di indeks Morgan Stanley Capital Index (MSCI).

Menurut Ferry, rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) GoTo, entitas gabungan Gojek dan Tokopedia, di awal tahun depan diperkirakan akan mengerek bobot saham MSCI Indonesia.

Saat ini, MSCI menjadi indeks acuan investor besar global dalam menempatkan dana mereka ke pasar saham dari seluruh dunia. Saham-saham yang masuk indeks ini adalah saham unggulan (blue chip) yang konsisten dengan kinerja keuangan yang baik.


"Kami yakin indeks MSCI akan naik di November tahun depan seiring new listing tech company seperti Gojek-Tokopedia," kata Ferry, dalam webinar bertajuk ESG Investing & Market Outlook, di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Jumat (15/10/2021).

Ferry mengungkapkan, di tahun depan, perusahaan bank digital yang sebagian sahamnya dimiliki Gojek, PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga berpotensi masuk dalam konstituen indeks MSCI Indonesia.

Selain itu, ada juga PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dua entitas dari Grup Emtek.

Pada tahun ini, Citigroup Sekuritas Indonesia menilai, outlook pasar saham di kuartal keempat dan tahun 2022 mendatang akan tetap bullish.

Beberapa faktor pendukungnya antara lain, kasus Covid-19 di Indonesia yang melandai dengan penanganan pandemi yang baik.

Presentasi Direktur dan Kepala Riset PT Citigroup Sekuritas Indonesia, Ferry WongFoto: Presentasi Direktur dan Kepala Riset PT Citigroup Sekuritas Indonesia, Ferry Wong
Presentasi Direktur dan Kepala Riset PT Citigroup Sekuritas Indonesia, Ferry Wong

Kedua kebangkitan harga komoditas, terutama batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) yang akan berimbas positif bagi perekonomian Indonesia.

"Ketiga, tahun depan akan ada IPO GoTo dan menurut kita itu akan ada perusahaan teknologi lainnya yang akan listing di BEI dan itu akan dimasukkan ke dalam indeks MSCI Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksono Widodo menilai masuknya perusahaan teknologi unicorn di tanah air diharapkan bisa berdampak pada meningkatnya bobot saham Indonesia di indeks MSCI Indonesia.

Menurut Laksono saat ini bobot saham perusahaan asal Indonesia dan Filipina di MSCI mengalami penurunan karena dominasi perusahaan asal China. Dengan masuknya para unicorn tersebut, diharapkan akan lebih banyak menarik banyak investor global sehingga menaikkan bobot MSCI.

"Diharapkan pembobotan Indonesia di MSCI atau indeks-indeks regional ataupun internasional bisa naik," kata Laksono, dalam konferensi pers, Selasa (29/6/2021).

Laksono menjelaskan, penurunan bobot MSCI Indonesia saat ini lantaran secara ekonomi dan teknologi, China sudah berada di level negara maju, kendati pasar sahamnya masih dianggap sebagai negara berkembang. Selain itu, masuknya perusahaan minyak BUMN Arab Saudi ke pasar modal dengan nilai IPO jumbo, Saudi Aramco turut menggerus pembobotan saham negara di kawasan Asean.

"Harapannya dengan adanya pilihan baru di Indonesia ini dengan size yang besar, terjadi peningkatan di pembobotan MSCI untuk Indonesia," kata Laksono.

Selain itu, dengan lebih banyaknya investor asing yang masuk, hal ini juga diharapkan akan meningkatkan jumlah investor di pasar modal tanah air. Sehingga, bisa meningkatkan likuditas perdagangan bursa dan menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor.

"Mudah-mudahan dengan adanya IPO-IPO yang menarik, yang besar ini, menambah jumlah investor di Indonesia baik itu investor ritel maupun investor institusi, domestik maupun asing," bebernya.

Seperti diketahui, beberapa perusahaan teknologi yang dikabarkan akan melantai di pasar modal ialah e-commerce Bukalapak dan GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia. Selain itu, Sicepat Ekspress dan Traveloka yang juga direncanakan akan melantai di BEI tahun 2022.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading