Hypermart MPPA Rights Issue Rp891 M, Keluarga Lippo Mau Serap

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 October 2021 09:40
Hypermart

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola gerai Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, Grup Lippo, melalui PT Multipolar Tbk (MLPL), perusahaan induk yang sahamnya dimiliki keluarga Lippo lewat PT Inti Anugerah Pratama, akan menjadi pembeli siaga (standby buyer).

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perusahaan, MPPA berencana menawarkan 1.171.200.788 saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan Rp 760 per saham dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI, sehingga, dari rights issue ini, MPPA membidik dana sebesar Rp 890,11 miliar.


Setiap pemegang 45 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 7 Desember 2021 pukul 16.15 WIB mendapatkan 7 HMETD di mana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp 760 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.

"Sesuai dengan surat pernyataan komitmen dan kecukupan dana untuk melaksanakan HMETD dan pembeli siaga dalam rangka Penawaran Umum Terbatas VI PT Matahari Putra Prima Tbk tanggal 7 Oktober 2021, PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai pemegang Saham Utama akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya dan akan bertindak sebagai pembeli siaga," kata manajemen MPPA, dikutip Kamis (14/10/2021).

Adapun nilai komitmen tersebut senilai Rp 720 miliar. Sebagai pemegang saham utama, MLPL akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal daftar pemegang saham yang berhak untuk memperoleh HMETD, sejumlah 369.985.381 saham baru.

Sebagai pembeli siaga, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka MLPL akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan yang sama setiap saham, sebanyak-banyaknya Rp 438,81 miliar.

Rencananya, dana yang diperoleh dari rights issue sebesar 16,9% akan digunakan oleh perseroan untuk membayar sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) dengan total saldo terutang Rp 750 miliar.

Selanjutnya, sekitar 8,5% akan digunakan untuk belanja modal perseroan, antara lain untuk antara lain renovasi toko, pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan omni-channel, serta ekspansi toko baru. Sisanya, sekitar 74,6% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, antara lain untuk keperluan peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok.

Perseroan sudah mendapat restu pemegang saham dalam RUPSLB 9 September 2021. Indikasi tanggal efektif diperkirakan akan diperoleh pada 25 November 2021. Rights issue ini akan dicatatkan di BEI pada 9 Novemver dengan periode perdagangan HMETD pada 9-10 dan 13-15 Desember 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading