Diborong Gojek, Saham MPPA Malah 5 Hari Kena ARB

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
11 October 2021 09:52
Hypermart

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten Grup Lippo, pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kembali anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7% pada awal perdagangan hari ini, Senin (11/10/2021), kendati mendapatkan sentimen positif masuknya investor baru, Gojek.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MPPA ambles 6,67% ke Rp 700/saham dengan nilai transaksi Rp 99,84 miliar dan volume perdagangan 142,60 juta saham.

Di tengah pelemahan itu, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp 67 miliar di pasar reguler, tertinggi di bursa pagi ini.


Dengan ini, saham MPPA sudah merosot selama 7 hari perdagangan beruntun, dengan 5 kali berturut-turut menyentuh batas ARB. Alhasil, dalam sepekan saham MPPA 'terjun bebas' 29,29% dan dalam sebulan terjungkal 25,53%. Namun, secara year to date (ytd) saham ini masih meroket 566,67%.

Pekan lalu, saham MPPA, bersama sang induk PT Multipolar Tbk (MPPA) masuk ke 10 besar saham top losers selama sepekan. Saham MLPL sendiri turun 0,48% pagi ini atau untuk kali ketujuh beruntun.

Pelemahan tersebut terjadi lagi kendati mendapatkan sentimen positif dengan masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek resmi menjadi pemegang saham sebesar 6,74% di MPPA setelah membelinya dari MLPL pada 4 Oktober lalu.

Multipolar menjual sebanyak 507.142.900 saham di harga Rp 700/saham atau setara dengan 6,74% kepada Gojek.

"Status kepemilikan lokal, jumlah sebelum transaksi nol, jumlah setelah transaksi 507.142.900 saham," kata Sekretaris Perusahaan MPPA Danny Kojongian, dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis pekan lalu (7/10/2021).

Transaksi ini selaras dengan keterbukaan informasi MLPL pada Rabu minggu lalu (6/10).

Dalam keterbukaan informasi, MLPL melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan ritel pengelola Hypermart itu senilai Rp 355 miliar.

Sekretaris Perusahaan MLPL, Natalie Lie menyampaikan, jumlah saham yang dijual tersebut sebanyak 507.142.900 saham dengan harga penjualan per saham Rp 700, sehingga, nilai transaksinya mencapai Rp 355 miliar.

Transaksi tersebut dilaksanakan pada 4 Oktober 2021 dengan tujuan memperluas investor skala besar dalam MPPA dan untuk investasi kembali.

"Status kepemilikan saham langsung," kata Natalie Lie, Kamis pekan lalu (7/10/2021).

Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham MLPL, selaku pengendali MPPA, berkurang dari sebelumnya 2,88 miliar saham atau setara 38,33% menjadi 2,37 miliar saham atau setara 31,59% saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading