IHSG Dekati 6.500, Saham Bank Kakap Diborong, BCA-BRI Laris!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
08 October 2021 10:28
ilustrasi transaksi digital lewat smartphone

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham bank jumbo kompak melesat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (8/10/2021), di tengah masuknya investor asing dengan catatan beli bersih (net buy) yang nilainya tergolong besar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri berhasil melonjak 1,20% ke 6.493,23 dengan nilai transaksi Rp 5,31 triliun. Asing mencatatkan beli bersih Rp 570,30 miliar di pasar reguler dan beli bersih Rp 55,02 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menopang IHSG dengan naik 1,97%, diikuti sektor transportasi (IDXTRANS) yang bertambah 1,85%. Tidak hanya itu, indeks sektor keuangan atau finansial (IDXFINANCE) berada di posisi ketiga dengan terapresiasi 1,43%.


Berikut pergerakan saham bank kelas kakap, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.02 WIB.

  1. Bank Mandiri (BMRI), saham +2,61%, ke Rp 6.875/saham, net buy Rp 152,3 M

  2. Bank Negara Indonesia (BBNI), +2,51%, ke Rp 6.125/saham, net sell Rp 16,85 M

  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), +2,18%, ke Rp 4.210/saham, net buy Rp 194,9 M

  4. Bank Pan Indonesia (PNBN), +1,94%, ke Rp 790/saham, net buy Rp 1,73 M

  5. Bank Central Asia (BBCA), +1,82%, ke Rp 36.450/saham, net buy Rp 114,0 M

  6. Bank Danamon Indonesia (BDMN), +1,42%, ke Rp 2.860/saham, net sell Rp 663,32 juta

  7. Bank Permata (BNLI), +1,17%, ke Rp 1.735/saham, net buy Rp 13,61 juta

  8. Bank CIMB Niaga (BNGA), +0,96%, ke Rp 1.050/saham, net buy Rp 690,01 juta

Saham bank BUMN BMRI menjadi yang paling naik, yakni sebesar 2,61% ke Rp 6.975/saham. Kenaikan saham BMRI diiringi oleh beli investor asing Rp 152,3 miliar, terbesar kedua di bursa.

Kemudian, saham bank pelat merah lainnya BBNI mencuat 2,51% ke Rp 6.125/saham, di tengah aksi jual bersih (net sell) asing Rp 16,85 miliar.

Di bawah BBNI, saham BBRI bertambah 2,18% ke Rp 4.210/saham. Asing melakukan beli bersih Rp 194,9 miliar, menjadikan saham BBRI saham yang paling diborong asing pagi ini.

Aksi borong asing yang masih terus berlanjut dan uptrend saham BBRI menunjukkan bahwa investor optimis kinerja BBRI akan semakin cemerlang dengan adanya pembentukan holding ultra mikro melalui akuisisi Pegadaian dan PNM oleh BBRI. Hal tersebut terjadi pasca-BBRI melakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue jumbo senilai Rp 96 triliun

Selain itu kesuksesan right issue jumbo terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara juga menjadi katalis positif yang dominan dalam menggerakkan harga saham BBRI.

Sentimen bagi IHSG hari ini adalah terkait kebijakan pajak pemerintah guna menggenjot penerimaan negara.

Tahun depan penerimaan negara diperkirakan bakal bertambah sebesar Rp 130 triliun setelah diberlakukannya sederet kebijakan pajak yang tertuang di Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Beberapa kebijakan pajak yang akan dijalankan tahun depan di antaranya kenaikan tarif PPN, pajak karbon, cukai untuk plastik dan minuman berpemanis hingga pengampunan pajak alias tax amnesty.

Tidak hanya berhenti di situ, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan peningkatan penerimaan juga akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

"Pada 2023-nya kenaikan Rp 150 - 160 triliun, ini tidak akan terjadi dengan sendirinya," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Akibat kebijakan ini, rasio pajak juga akan meningkat dari 8,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 9,22% dari PDB.

Pemerintah memang sedang getol untuk mendapatkan dana segar guna menambal defisit anggaran yang melebar. Kenaikan pajak sejatinya bukanlah kebijakan yang popular.

Kenaikan PPN misalnya, tentu akan berdampak pada appetite konsumen untuk berbelanja barang-barang. Dengan kenaikan PPN dari 10% menjadi 11% artinya konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli suatu barang.

Produk-produk yang cenderung elastis akan terkena dampak yang paling terasa. Di sisi lain upaya menguber pajak yang terlalu dini juga berisiko terhadap pertumbuhan ekonomi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diborong Asing, Saham Bank Kakap RI Bergerak Naik


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading