Dear Milenial, Ini Pesan Kaesang Kalau Mau Beli Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 October 2021 09:55
Anthony Pradiptya & Kaesang/Dok GK Hebat

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep memberi saran kepada investor pemula yang baru terjun ke dunia saham untuk mempelajari analisis fundamental perusahaan dan analisis teknikal.

Seperti diketahui, analisis fundamental adalah metode analisis perusahaan yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental ekonomi suatu perusahaan termasuk sisi kinerja keuangan dan bisnis perusahaan.

Beberapa variabel yang biasanya menjadi analisis adalah pertumbuhan pendapatan (revenue growth), rasio laba terhadap saham yang beredar (earning per share-EPS), hingga Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value (PBV).


Sedangkan, analisis teknikal adalah suatu teknik analisis yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar sebelumnya, terutama dari sisi pergerakan harga dan volume.

Menurut Kaesang, dengan mempelajari analisis fundamental maupun teknikal, hal ini bisa meminimalisir risiko kerugian yang besar yang dialami investor.

"Kita harus pelajari dulu saham-saham tersebut secara teknikal, fundamental supaya apa? Supaya tidak ngangkut," kata Kaesang di acara konferensi pers virtual SimInvestLab bertajuk Fast Track to Become First Class Investor, dikutip Jumat (8/10/2021).

Di awal-awal berinvestasi saham, Kaesang mengakui seringkali mengalami kerugian. Hal ini rupanya karena Kaesang hampir menempatkan seluruh sahamnya di lapis ketiga (third liner) karena belum memahami analisis fundamental maupun analisis teknikal pada emiten.

"Nah di situ saya coba awal-awal satu bulan, dua bulan, eh kok rugi terus apa saya yang salah. Eh ternyata yang saya masukin adalah saham-saham bisa dibilang third liner semua, karena saya benar-benar gak tahu," tuturnya.

Kaesang mencontohkan, saat dirinya pertama kali mendapatkan keuntungan dalam membeli saham ialah ketika menganalisis valuasi perusahaan emiten consumer goods, PT Kino Indonesia Tbk (KINO). Dari pembelian saham itu, Kaesang mengaku mengalami keuntungan 25% sampai dengan 30%.

Namun, di era seperti sekarang ini, Kaesang mengakui investor ritel ingin jalan yang instan memperoleh cuan dengan cara feeling analisis dan teman analisis. Inilah yang seharusnya dihindari, karena saat membeli saham perusahaan, menurut Kaesang, investor harus mengetahui seluk beluk perusahaan tersebut lebih dulu.

"2021 investor ritel banyak banget dulu pakai fundamental dan teknikal analisis. sekarang ada yang berbeda feeling analisis dan temen analisis. Ritel sukanya ngikut orang ngomong apa, sukanya ngikut," bebernya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lama 'Menghilang' Kaesang Beraksi Lagi! 'Pompom' Saham BGTG


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading