Kisah Ancaman Bangkrut Evergrande China & Efeknya Nan Dahsyat

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 September 2021 13:00
FILE PHOTO: Hui Ka Yan, chairman of Evergrande Real Estate Group Ltd, the country's second-largest property developer by sales, attends a news conference on annual results in Hong Kong, China March 29, 2016.      REUTERS/Bobby Yip/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan ini pasar keuangan dunia diramaikan dengan munculnya kabar potensi default atas raksasa properti asal China, Evergrande Group. Perusahaan ini dikabarkan terancam gagal membayar utang senilai US$ US$ 300 miliar sekitar Rp 4.275 triliun.

Arus kas perusahaan disebutkan saat ini tengah berada dalam tekanan yang besar. Bahkan perusahaan baru-baru ini menyebutkan bahwa dua anak usahanya telah gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145 juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga.

Kepala Divisi Pendapatan Tetap (Fixed Income) Matthews International Capital Management, LLC (Matthew Asia), Teresa Kong mengatakan China Evergrande diduga telah melakukan dua dosa besar kepada investornya yang berakibat krisis utang.


Pertama, China Evergrande adalah terlalu banyak meminjam uang, bahkan perusahaan ini disebut menjadi perusahaan properti yang paling banyak memiliki utang di dunia.

Kedua, perusahaan diduga memiliki tata kelola perusahaan yang buruk. Menurut data Refinitiv Eikon, Evergrande memiliki enam obligasi yang jatuh tempo tahun depan dan 10 obligasi jatuh tempo pada 2023, dari total 24 obligasi yang telah diterbitkan.

Obligasinya juga termasuk dalam berbagai indeks imbal hasil tinggi Asia. Pada tahun ini saja saham Evergrande di Bursa Hong Kong telah anjlok hampir 80% tahun.

Lembaga pemeringkat S&P telah menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC dengan outlook negatif.

Fitch, lembaga pemeringkat lainnya, juga menurunkan rating Evergrande dari CC menjadi CCC+. Menurut Fitch, utang Evergrande kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya adalah CNY 572 miliar.

Selain itu, bank juga memberi pinjaman kepada para supplier Evergrande senilai CNY 667 miliar. Bank dengan eksposur tinggi terhadap Evergrande akan rentan terserang kredit bermasalah(Non-Performing Loan/NPL). Inilah yang bakal menimbulkan risiko sistemik.



Utang ke Karyawan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading