Jorjoran Bangun Data Center, Salim Disebut Cari Utang Rp 7 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 September 2021 16:15
Kolase foto/ anthoni salim dan toto sugiri Foto: Kolase foto/ anthoni salim dan toto sugiri

Jakarta, CNBC Indonesia - Salim Group yang dikendalikan Anthoni Salim dikabarkan tengah mencari pendanaan senilai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.300/US$) untuk mendanai pembangunan pusat data (data center).

Melansir Bloomberg, konglomerasi yang menguasai Grup Indofood itu tengah dalam pembicaraan dengan perbankan untuk mendapatkan pinjaman, menurut sumber yang menolak untuk disebutkan namanya.

Rencananya dana tersebut akan diinvestasikan senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,43 triliun per kawasan industri, menurut sumber lainnya.

Saat ini diskusi tengah berlangsung namun tidak menjamin bahwa akan ada kesepakatan mengenai hal tersebut.

Salah satu yang paling mungkin adalah investasi di data center H2 yang saat ini sedang dibangun oleh PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang berlokasi di kawasan industri milik grup Salim. Anthoni Salim, pemilik konglomerasi tersebut memiliki saham sebesar 11,12% di perusahaan teknologi yang didirikan oleh pengusaha Otto Toto Sugiri ini.

Toto Sugiri juga memiliki perusahaan data center lainnya yakni PT Indointernet Tbk (EDGE) yang sahamnya dilepas mayoritas ke Digital Edge Hong Kong.

CNBC Indonesia telah meminta konfirmasi kepada DCII mengenai rencana penempatan informasi tersebut. Namun Corporate Secretary DCII Gregorius Nicholas Suharsono belum memberikan tanggapan detailnya.

Sebelumnya, Executive Director Salim Group, Axton Salim yang juga putra Anthoni Salim, mengatakan, pengembangan data center ini diharapkan akan berimplikasi positif pada percepatan digitalisasi di Indonesia.

"Hari ini adalah topping off [penutupan atap] gedung data center pertama H2," kata Axton, dalam keterangan resminya, Senin (14/6).

Axton menambahkan, pembangunan gedung ini telah dimulai sejak kuartal IV 2020. Dengan dilakukannya topping off ini menandai bahwa kegiatan konstruksi memasuki tahap akhir dan diperkirakan selesai pada kuartal IV 2021.

Gedung ini memiliki 10 lantai dengan enam lantai di antaranya ruang data dengan total kapasitas 3.000 rack serta kapasitas total daya listrik 15 megawatt (MW).

Data BEI mencatat, saham DCII pada penutupan perdagangan Jumat ini (17/9) ditutup melesat 9,27% di Rp 48.900/saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 117 triliun. Dalam sepekan saham ini naik 10% dan sebulan juga mencuat 28%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Deretan 5 Fakta Saham DCII, Meroket 11.000% Wajar Gak sih?


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading