Deretan 5 Fakta Saham DCII, Meroket 11.000% Wajar Gak sih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 June 2021 09:05
IPO PT DCI Indonesia Tbk (DCII), 6 Januari 2021/BEI

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten penyedia layanan data center milik pengusaha Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi bintang baru di jagat bursa Tanah Air. Harga saham ini naik belasan ribu persen dalam kurun waktu 6 bulan sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan saham DCII sejak awal penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) berkaitan dengan euforia indeks teknologi (IDXTECHNO) yang pada awal tahun ini baru diluncurkan oleh BEI.

Saham ini semakin bergerak liar setidaknya dalam 2 pekan terakhir setelah tersengat kabar bos Grup Indofood, Anthoni Salim, resmi memborong saham DCII.


Di bawah ini Tim Riset CNBC Indonesia merangkum sejumlah fakta penting mengenai saham DCII.

1. Harga Saham Meroket 11.000%, Jadi yang Paling Mahal dan Masuk Big Cap

Sejak awal melantai (listing) pada 6 Januari tahun ini, saham ini terus merangsek ke atas hingga akhirnya melewati harga dua saham 'dedengkot' paling mahal di bursa Tanah Air, raksasa rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan bank swasta terbesar di RI, PT Bank Central Asia (BBCA) alias BCA.

Pada saat IPO, saham emiten yang didirikan pada 2011 silam ini sebesar Rp 420/saham. Per Selasa (15/6), saham DCII sudah meroket 'to the moon'11.864% ke harga Rp 50.250/saham.

Sejurus dengan itu, hanya butuh waktu sekitar 6 bulan untuk saham ini bisa masuk ke jajaran big cap alias saham dengan nilai market cap di atas Rp 100 triliun. Saat ini market cap saham DCII tercatat sebesar Rp 119,78 triliun.

2. DCI, Perusahaan Data Center Pemimpin Pasar

DCI Indonesia berdiri pada 18 Juli 2011 sebagai pusat data Tier IV pertama di Asia Tenggara dan memulai kegiatannya secara komersial pada tahun 2013.

Perusahaan ini bergerak di bidang industri penyedia jasa aktivitas hosting dan aktivitas terkait lainnya seperti jasa pengolahan data, web-hosting, streaming, aplikasi hosting dan penyimpanan cloud computing.

Selain itu, DCI Indonesia juga terutama menyediakan jasa colocation, yaitu penyediaan tempat untuk menyimpan atau menitipkan server pelanggan dengan standar keamanan fisik dan infrastruktur, seperti kestabilan arus listrik dan kontrol udara.

Kini, DCI menjadi pemimpin pasar (market leader) dengan total kapasitas 37 MW 51% dari pangsa pasar data center colocation di Tanah Air.

Kabar teranyar, dalam keterangan resmi Senin lalu, DCII juga tengah membangun kawasan data center di Karawang, Jawa Barat.

Pembangunan gedung ini telah dimulai sejak kuartal IV 2020. Dengan dilakukannya topping off ini menandai bahwa kegiatan konstruksi memasuki tahap akhir dan diperkirakan selesai pada kuartal IV 2021.

Gedung ini memiliki 10 lantai dengan enam lantai di antaranya ruang data dengan total kapasitas 3.000 rack serta kapasitas total daya listrik 15 megawatt (MW).

NEXT: Simak fakta lainnya, overvalue?

Masuknya Pewaris Takhta Grup Salim, Saham DCII Mahal Banget
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading