Sahamnya Digembok, DCII Lagi Kebut Data Center H2 di Karawang

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 June 2021 14:30
Toto Sugiri, pemilik DCII/ dok.DCII

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten penyedia layanan data center milik pengusaha teknologi Otto Toto Sugiri dan bos Indofood Anthoni Salim, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menargetkan akan mulai mengoperasikan gedung data center H2 di Karawang, Jawa Barat, mulai kuartal keempat tahun ini.

CEO DCI Indonesia Toto Sugiri mengatakan, gedung hyperscale data center kampus DCI yang kedua ini berlaokasi di Kawasan Pertiwi Lestari Industrial Estate Karawang.

Saat ini, DCI memiliki dua lokasi data center yakni di Cibitung dan Karawang dengan jarak di atas 30 kilometer yang memiliki kualitas operasional setara global.


"Dengan demikian, DCI mampu mengakomodir kebutuhan pelanggan di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia dengan menyediakan hyperscale data center campus dengan total kapasitas lebih dari 1000 Megawatt", ungkap CEO DCI Indonesia Toto Sugiri," dalam keterangan resmi, Senin (21/6/2021).

Lokasi hyperscale data center kampus kedua DCI dinamakan H2, yang saat ini sudah memasuki tahap akhir pembangunan (topping off) dan rencananya akan beroperasi di kuartal keempat 2021.

Gedung ini dibangun berdasarkan kerja sama antara CEO Grup Salim Anthoni Salim dan perseroan.

Seperti diketahui, Anthoni ialah pemegang saham DCII dengan kepemilikan sebesar 11%. Sejak penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) awal tahun, saham DCII sudah naik ribuan persen.

Sebelumnya, Executive Director Salim Group, Axton Salim yang juga putra Anthoni Salim, mengatakan, pengembangan data center ini diharapkan akan berimplikasi positif pada percepatan digitalisasi di Indonesia.

Sampai dengan Senin ini (21/6/2021), saham DCII masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak sesi pertama perdagangan Jumat (17/6/2021) lalu.

DCII pertama kali melantai di bursa pada 6 Januari 2021 dengan harga awal Rp 420/saham. Sampai dengan 16 Juni 2021, harga sahamnya melesat ke level Rp 59.000 per saham alias meroket 13.497.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading