Review

'Perang' Teknologi AS-China, Emiten Tech di RI Harus Gimana?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
26 July 2021 07:29
FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump and China's President Xi Jinping shake hands after making joint statements at the Great Hall of the People in Beijing, China, November 9, 2017.   REUTERS/Damir Sagolj/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan yang sedang berlangsung dan terus memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China di sektor teknologi dinilai akan memberi sinyal ancaman terbelahnya industri teknologi global yang sedang bertumbuh pesat di kawasan Asia Tenggara, dan pengaruhnya ke perusahaan digital di kawasan ini.

Asia Tenggara merupakan rumah bagi sekitar 400 juta pengguna internet di mana 10%-nya online untuk pertama kali sejak tahun 2020 akibat pandemi yang menyebabkan lebih banyak transaksi atau pekerjaan dilakukan melalui internet.


Menurut Josephine Teo, Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, ASEAN yang tengah memperjuangkan integrasi digital memiliki fokus pada "netralitas teknologi" bahkan ketika ancaman terbelah duanya kiblat teknologi sudah mulai terlihat.

Netralitas teknologi mengacu pada individu dan bisnis yang memiliki kebebasan untuk memutuskan teknologi mana yang paling tepat dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan mereka, tanpa terpengaruh untuk menggunakan jenis teknologi tertentu.

Dalam bahasa sederhananya, tidak terpengaruh memakai teknologi China atau AS.

"Ancaman ini belum lenyap bahkan setelah Covid-19 mendisrupsi seluruh ekonomi kita," kata Teo kepada CNBC Internasional pada konferensi Asia Tech x Singapore, Selasa (13/7), dikutip Senin ini (26/7).

Dia menjelaskan bahwa ketika ekonomi pulih dari pandemi, ketergantungan pada teknologi digital akan terus tumbuh.

"Jadi, daripada terjebak dalam persilangan semacam ini - yang sangat, sangat tidak pasti bagi semua orang yang terlibat - kita harus mencari lebih banyak kemitraan, bukan lebih sedikit," katanya.

"Saya pikir begitulah pendekatan yang diambil oleh ASEAN dan tentu saja dengan semua mitra dialog kami, kami berharap dapat membangun semangat kemitraan."

Ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat di bawah pemerintahan AS sebelumnya era Donald Trump. Meskipun begitu Presiden AS Joe Biden tetap mempertahankan banyak larangan yang diberlakukan kepada perusahaan teknologi China oleh pendahulunya Trump.

NEXT: Transformasi Digital ASEAN

Transformasi Digital ASEAN dan Prospek Emiten
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading