Roundup

Telkom Dekati SpaceX, Cek Rentetan 10 Aksi Korporasi Emiten!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 July 2021 08:55
In this long exposure photo, photographers watch a SpaceX Falcon 9 rocket with the Crew Dragon space capsule lifts off from pad 39A at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Friday, April 23, 2021. (AP Photo/Brynn Anderson) Foto: Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul luar angkasa Crew Dragon lepas landas dari pad 39A di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Jumat (23/4/2021). (AP/Brynn Anderson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sederet kabar mengenai rencana aksi korporasi emiten terungkap pada perdagangan saham Rabu kemarin (21/7), mulai dari pembelian kembali saham (buyback) hingga penambahan modal melalui pemberian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Selain itu, beberapa emiten juga melaporkan kinerja terbarunya.

CNBC Indonesia telah merangkum 10 peristiwa emiten yang terjadi pada perdagangan kemarin untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan Kamis (22/7/2021) dibuka.


1. Diam-diam Telkom Mau Gandeng SpaceX Elon Musk, Bikin Apa ya?

Perusahaan telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) saat ini tengah dalam pembicaraan dengan perusahaan perjalanan luar angkasa dan komunikasi milik Elon Musk, SpaceX.

Kerja sama ini rencananya akan berkisar mengenai pemanfaatan satelit untuk jasa komunikasi.

VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono mengatakan strategi ini merupakan upaya Telkom untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

2. Rugi 7 Tahun & 24 Bulan Suspensi, Trikomsel Bakal Delisting

Emiten bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi peralatan telekomunikasi, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), berpotensi dihapus pencatatannya (delisting) di lantai bursa oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perdagangan sahamnya telah disuspensi (dihentikan sementara) selama 24 bulan per tanggal 17 Juli 2021.

Merujuk pada Ketentuan III.3.1.2 Peraturan Bursa Nomor I-I, Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Artinya, ketentuan ini sudah terpenuhi oleh saham Trikomsel.

3. Siap-siap! BNI Bakal Buyback Saham Senilai Rp 1,7 T

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian saham kembali (buyback) senilai Rp 1,7 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Rabu (21/7/2021) aksi buyback tersebut akan dilakukan mulai 22 Juli sampai 21 Oktober 2021.

Sesuai dengan SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.

"Perseroan meyakini bahwa Pembelian Kembali Saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan karena sampai dengan saat ini, Perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan," demikian di sampaikan.

4. BSDE Sinarmas Kantongi Rp 4,5 T di Q2, Sinyal Properti Pulih?

Emiten properti Grup Sinarmas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil meraih prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 4,5 triliun di triwulan II-2021.

Pencapaian tersebut naik 56% jika dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp2,9 triliun.

"Pencapaian ini merupakan sinyal positif bagi kami, karena sudah berhasil mengamankan 65% dari target tahunan prapenjualan yang ditetapkan sebesar Rp 7 triliun, pada awal tahun ini," kata Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (21/7).

5. Emiten The Ning King Masuk Bisnis Cold Storage, Ini Alasannya

Emiten produsen produk tekstil dan usaha penunjang berupa penyewaan gudang milik taipan The Ning King, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) melakukan penambahan kegiatan usaha, antara lain di bidang usaha pergudangan dan penyimpanan berpendingin (cool storage).

Manajemen ARGO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/7) menjelaskan, bahwa perusahaan yang mulai beroperasi pada 1977 ini juga akan menambah lini usaha di bidang bounded warehousing atau wilayah berikat pergudangan dan penyimpanan lainnya, penanganan kargo (bongkar muat barang), jasa pengurusan transportasi.

Bisnis lainnya yakni angkutan penunjang lainnya, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, dan real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak.

NEXT: Rentetan Aksi Korporasi Berikutnya

Ada Waskita Jual Tol, Laba KRAS Meroket
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading