BEI Sebut Saham Big Cap Sudah 'Kemurahan', Beneran nih?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 July 2021 11:20
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar asing kembali ramai melakukan pembelian bersih di bursa saham Tanah Air yang terlihat dari catatan net buy (beli bersih) investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan mencatat, Kamis kemarin (22/7) misalnya, pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 811,65 miliar di pasar reguler. Hal ini mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 1,78% ke level 6.137,54 poin dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 11,44 triliun.

Bila diakumulasi sejak awal tahun atau year to date (ytd), pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 18,85 triliun di semua pasar.


Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo menjelaskan, ramainya pembelian saham oleh pelaku pasar asing lantaran saat ini banyak saham-saham yang berkapitalisasi pasar besar (big caps) dan masuk dalam indeks LQ45 harganya sudah undervalued atau relatif murah, sehingga menarik investor untuk masuk.

Selain itu, kenaikan tersebut juga didorong kenaikan di bursa saham global seperti indeks Dow Jones di AS yang Rabu lalu sempat menguat sebesar 0,07%.

"Dengan naiknya indeks di pasar luar negeri, banyak yang melihat bahwa big caps di Indonesia sudah dinilai undervalued atau relatif murah. LQ45 dan IDX30 juga ketinggalan cukup jauh dari IHSG sehingga membuat big cap companies semakin menarik dari sisi valuasi," kata Laksono, kepada awak media, Jumat (23/7/2021).

Selain itu, kata Laksono, penguatan ini juga tidak terlepas dari wacana pemerintah yang akan melonggarkan kebijakan PPKM level 4 pada 26 Juli mendatang bila angka penularan kasus Covid-19 di Indonesia melandai.

Sampai dengan pukul 10.32 WIB ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak melemah 0,57% ke level 6.103,61 poin.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi sudah mencapai Rp 5,47 triliun dengan frekuensi sebanyak 697.837 kali. Pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 138 miliar di pasar reguler.

Terpantau, sebanyak 175 saham bergerak naik, 273 saham lainnya melemah dan 159 saham bergerak stagnan.

Sebagai gambaran, big cap (big capitalization) atau emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun masih dikuasai perbankan. Misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperdagangkan di level Rp 30.275/saham, dengan kapitalisasi terbesar Rp 746 triliun.

Rasio price to book value (PBV) BBCA yakni sebesar 4,18 kali. PBV rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan, biasanya digunakan untuk melihat seberapa murah harga satu saham di BEI, terutama perbankan.

Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) harganya Rp 3.850, dengan kapitalisasi pasar Rp 475 triliun, diperdagangkan dengan PBV 2,48 kali.

Lainnya yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), harganya Rp 6.000 dengan market cap Rp 280 triliun dan PBV 1,54 kali. Satu lagi big cap non perbankan yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperdagangkan di harga Rp 3.200, market cap Rp 317 triliun, dengan rasio PBV 2,93 kali.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading