Disuntik Salim Saham BINA to the Moon, Bank Mini Lain Rontok

Market - adf, CNBC Indonesia
17 June 2021 10:14
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun- Rp 5 triliun) bergerak beragam pada awal perdagangan ini, Kamis (17/6/2021).

Saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) melonjak tertinggi, seiring pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Sementara saham Grup MNC PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) ambles menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dalam 3 hari beruntun.


Berikut gerak saham sejumlah bank mini, pukul 09.51 WIB:

  1. Bank Ina Perdana (BINA), saham +19,70%, ke Rp 2.370, transaksi Rp 15 M

  2. Bank Bisnis Internasional (BBSI), +3,09%, ke Rp 3.000, transaksi Rp 2 juta

  3. Bank Aladin Syariah (BANK), +2,02%, ke Rp 3.030, transaksi Rp 50 M

  4. Bank Harda Internasional (BBHI), +1,48%, ke Rp 1.715, transaksi Rp 7 M

  5. Bank Victoria International (BVIC), +1,26%, ke Rp 161, transaksi Rp 455 juta

  6. Bank Artha Graha Internasional, +0,62%, ke Rp 161, transaksi Rp 847 juta

  7. Bank Bumi Arta (BNBA), +1,23%, ke Rp 820, transaksi Rp 1 M

  8. Bank Amar Indonesia (AMAR), 0,00%, ke Rp 262, transaksi Rp 263 juta

  9. Bank Capital Indonesia (BACA), 0,00%, ke Rp 402, transaksi Rp 5 M

  10. Bank Jago (ARTO), 0,00%, ke Rp 14.000, transaksi Rp 151 M

  11. Bank Neo Commerce (BBYB), -0,88%, ke Rp 448, transaksi Rp 2 M

  12. Bank Oke Indonesia (DNAR), -0,90%, ke Rp 220, transaksi Rp 171 juta

  13. Bank Ganesha (BGTG), -2,86%, ke Rp 170, transaksi Rp 4 M

  14. Bank Maspion Indonesia (BMAS), -3,33%, ke Rp 1.305, transaksi Rp 70 juta

  15. Bank QNB Indonesia (BKSW), -3,95%, ke Rp 170, transaksi Rp 3 M

  16. Bank IBK Indonesia (AGRS), -6,53%, ke Rp 372, transaksi Rp 83 juta

  17. Bank MNC Internasional (BABP), -6,75%, ke Rp 304, transaksi Rp 3 M

Menurut data di atas, dari 17 saham bank mini yang diamati, 7 saham menguat, 3 saham stagnan, dan 7 saham ambles.

Saham bank Grup Salim, BINA, menjadi yang paling menguat, yakni 19,70% ke Rp 2.370/saham. Nilai transaksi saham BINA pagi ini mencapai Rp 15 miliar. Dengan ini saham BINA berhasil mencatatkan reli penguatan selama 5 hari perdagangan beruntun.

Alhasil, dalam sepekan saham ini melejit 33,88%, sementara dalam sebulan melesat 26,94%.

Sentimen terbaru yang mempengaruhi gerak saham BINA ialah terkait rencana rights issue yang sudah disetujui oleh pemegang saham dan kemungkinan Anthoni Salim menambah kepemilikannya di BINA.

Hal ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Ina Perdana untuk tahun buku 2020. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan disetujuinya rights issue ini, Anthoni Salim, selaku ultimate shareholder berpeluang menambah porsi kepemilikan sahamnya pada Bank Ina.

Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu, mengatakan, para pemegang saham perseroan yang saat itu tercatat besar kemungkinan menyerap HMETD tersebut.

Komposisi kepemilikan saham perseroan saat ini; PT Indolife Pensiontama memegang 22,47 persen, PT Gaya Hidup Masa Kini mengempit 9,98 persen, PT Philadel Terra Lestari menguasai 7,53 persen, PT Samudera Biru, 16,51 persen.

Selanjutnya, Trustee Of NS Financial Fund yang dikelola DBS Bank Ltd 10,49 persen, Asean Financial yang dikelola Liontrust 18,29 persen, dan sisanya oleh masyarakat. Pemegang saham pengendali penerima manfaat terakhir atau ultimate shareholder adalah Anthoni Salim.

Di posisi kedua ada saham BBSI yang menguat 3,09% ke Rp 3.000/saham. Saham ini berhasil rebound dari pelemahan sejak dua hari lalu. Dengan ini selama sepekan saham BBSI menguat tipis 0,67%, sementara dalam sebulan melonjak 8,30%.

Berbeda nasib, saham BABP malah anjlok 6,75% ke Rp 304/saham, melanjutkan tren pelemahan sejak 4 hari lalu. Ini membuat saham BABP ambles hingga ARB selama 3 hari berturut-turut. Dalam sepekan, saham ini anjlok 25,85%, sementara dalam sebulan 'terbang' 257,65%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nasib Bank Mini, Dibuang Investor Ritel yang Balik ke Big Cap


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading