Rights Issue Direstui, Salim Peluang Tambah Porsi di Bank Ina

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 June 2021 20:40
Anthoni Salim

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), menyetujui rencana perseroan untuk menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Hal ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Ina Perdana untuk tahun buku 2020. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dengan disetujuinya rights issue ini, Anthoni Salim, selaku ultimate shareholder berpeluang menambah porsi kepemilikan sahamnya pada Bank Ina.

Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu, mengatakan, para pemegang saham perseroan yang saat itu tercatat besar kemungkinan menyerap HMETD tersebut.


"Kemungkinan pemegang saham utama ikut serta," katanya usai RUPSLB, di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Daniel tidak menampik mengenai kemungkinan Anthoni akan ikut serta menyerap HMETD tersebut. "Kemungkinan itu ada," ujarnya.

Ia menambahkan, persetujuan right issue tersebut memuluskan rencana peningkatan modal inti hingga Rp 2 triliun pada akhir tahun 2021. Right issue tersebut merupakan mandatory dari OJK agar bank memenuhi modal inti sebesar Rp 2 triliun di tahun ini dan Rp 3 triliun pada 2022 nanti.

Kewajiban itu mengharuskan perseroan meningkatkan modal inti lebih dari Rp 1 triliun sampai dengan akhir tahun ini. Hanya, dia tidak bisa memastikan waktu pelaksanaannya. "Pelaksanaannya tergantung pasar. Tapi raihan dananya minimal Rp 1 triliun," beber dia.

Komposisi kepemilikan saham perseroan saat ini; PT Indolife Pensiontama memegang 22,47 persen, PT Gaya Hidup Masa Kini mengempit 9,98 persen, PT Philadel Terra Lestari menguasai 7,53 persen, PT Samudera Biru, 16,51 persen.

Selanjutnya, Trustee Of NS Financial Fund yang dikelola DBS Bank Ltd 10,49 persen, Asean Financial yang dikelola Liontrust 18,29 persen, dan sisanya oleh masyarakat. Pemegang saham pengendali penerima manfaat terakhir atau ultimate shareholder adalah Anthoni Salim.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jejak Bisnis Grup Salim di Perbankan RI, BCA-INA hingga MEGA!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading