Jika Taper Tantrum Terjadi, Bitcoin Pilihan Investasi Tepat?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 June 2021 07:50
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Isu tapering menjadi perhatian pelaku pasar, sebab dapat memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum.

Tapering merupakan pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh The Fed. Pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, taper tantrum membuat banyak aset-aset investasi rontok. Emas dan mata uang emerging market seperti rupiah menjadi yang paling terpukul. Sementara saham juga mengalami koreksi, meski tidak berkepanjangan.

Troy Gayeski, portofolio manager di SkyBridge Capital, mengatakan bitcoin dan mata uang kripto lainnya akan mampu bertahan dari taper tantrum, bahkan masih akan menguat lagi.


"Semua mata uang alternatif (kripto), yang sudah mengalami koreksi cukup dalam, merupakan investasi yang bagus untuk jika tapering pada akhirnya dilakukan dan secara bertahap mengurangi likuiditas," kata Gayeski kepada Bloomberg, sebagaimana dilansir CoinDesk, Selasa (8/6/2021).

"Kami tetap berinvestasi di bitcoin dan mata uang kripto, sebab kami berfikir nilainya akan terus naik," tambahnya.

Bitcoin sudah mengalami taper tantrum pada tahun 2013. Melansir Investopedia, di tahun itu harga bitcoin meroket kemudian merosot tajam, bahkan terjadi sebanyak 2 kali.

Mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar ini mengawali tahun 2013 di US$ 13,4/BTC, kemudian meroket ke US$ 220 di awal April. Setelahnya bitcoin jeblok, kurang dari 2 pekan sudah berada di kisaran US$ 70/BTC.

Setelahnya, bitcoin meroket hingga ke US$ 1.156/BTC di bulan Desember. Tetapi 3 hari setelahnya sudah jeblok lagi dan menyentuh US$ 760/BTC. Penurunan tajam tersebut menandai periode panjang tren menurun bitcoin hingga menyentuh level terendah US$ 315 di awal 2015.

Jika melihat isu tapering di tahun tersebut, The Fed yang saat itu dipimpin Ben Bernake mengeluarkan wacana tapering pada pertengahan 2013. Melihat pergerakan bitcoin seperti disebutkan sebelumnya, artinya setelah wacana QE diungkapkan harganya melesat naik.

Tetapi saat The Fed resmi memulai tapering pada Desember 2013 hingga akhirnya tuntas pada Oktober 2014, harga bitcoin terus merosot.

Namun, patut diingat pergerakan tersebut bukan berarti bitcoin merespon tapering. Sebab saat itu, popularitasnya belum seperti saat ini. Jangankan dijadikan portofolio investasi, bitcoin bahkan banyak dikecam, hingga disebut sebagai penipuan oleh investor institusional.

Sementara sejak tahun lalu, para investor institusional mulai melirik bitcoin, bahkan dimasukkan dalam portofolio investasi. Perusahaan-perusahaan besar juga sudah berinvestasi di bitcoin, sebut saja Tesla, yang pada akhirnya membuat harga bitcoin meroket di tahun ini.

Paul Tudor Jones, salah satu investor top menjadi salah satu yang berinvestasi di bitcoin. Jones merupakan salah satu investor yang masuk dalam buku Market Wizard atau "Penyihir Pasar" karangan Jack Schwager.

Dalam acara "Squak Box" CNBC International pada bulan Mei 2020 lalu, Jones mengatakan bitcoin merupakan "spekulasi yang sangat bagus", dan ada sekitar 2% bitcoin dalam portofolio investasinya.

"Lebih dari 1% aset saya saat ini adalah bitcoin, mungkin hampir 2%, dan itu terlihat sebagai angka yang tepat untuk saat ini," kata Jones sebagaimana dilansir CNBC International.

Selain itu, Jones juga memberikan pandangannya terkait tapering The Fed, pendapatnya sedikit berbeda dengan Troy Gayeski.

Menurut Jones jika The Fed sekali lagi mengabaikan tingginya inflasi di AS, maka ia akan memborong komoditas, mata uang kripto serta emas.

"Jika The Fed mengatakan 'kami berada di jalur yang tepat, semua baik-baik saja', maka saya akan all in untuk aset-aset yang ditopang inflasi. Saya mungkin akan membeli komoditas, mata uang kripto, dan emas," kata Jones sebagaimana dilansir Kitco Senin, (14/6/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sang "Penyihir Pasar" Akan Borong Bitcoin & Emas, Mau Ikut?


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading