Simak 9 Kabar Penting Ini, Sebelum Buru Cuan di Awal Pekan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 June 2021 08:14
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham domestik sedang dalam tren bullish, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menyentuh level 6.100. Sejumlah kabar emiten akhir pekan, Jumat (11/6/2021) lalu layak disimak investor sebelum memulai perdagangan awal pekan ini, Senin (14/6/2021).

CNBC Indonesia telah merangkum sembilan peristiwa emiten untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan hari ini dibuka.


1. Chandra Asri Milik Prajogo Dapat Utang BMRI Rp 5 T, Buat Apa?

Bank BUMN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan berskema term loan dan account receivables financing baru senilai total ekuivalen Rp 5 triliun dengan emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Pembiayaan ini akan digunakan untuk membiayai operasional harian perusahaan serta mendukung modal kerja Chandra Asri.

Dari nilai tersebut, fasilitas term loan yang diberikan Bank Mandiri senilai US$ 280 juta atau sekitar Rp 4 triliun (kurs Rp 14.285 per dolar AS) dengan tenor selama 7 tahun.

2. Tingkatkan Pendapatan, IRRA Perluas Bisnis ke Sektor Ritel

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) akan melakukan perluasan bisnisnya ke segmen ritel, sehingga diharapkan bisa meningkatkan pendapatan. Perusahaan juga membuat rencana bisnis strategis sehingga tidak hanya menjadi distributor melainkan juga produksi alat kesehatan.

"Policy kami menimbulkan dampak yang strategis dari penjualan yang terdahulu hanya terkonsentrasi pada penjualan ke pemerintah, sekarang juga mengembangkan bidang ritel, dan ini menyumbang terbesar di kuartal I-2021 dan juga akan makin membesar di kuartal berikutnya," kata Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif, kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/06/2021).

3. Heboh Transaksi Jumbo Emiten Otto Sugiri, Asing Serok Rp 2 T

Salah satu emiten milik Otto Toto Sugiri kembali membuat heboh para pelaku pasar. Setelah sebelumnya emiten miliknya PT DCI Indonesia Tbk (DCII) diborong Bos Indofood, Anthony Salim. Aksi borong saham DCII ini mebuat harga saham melesat kencang dan kapitalisasi pasarnya tembus Rp 100 triliun kali ini muncul transaksi negosiasi di emiten lain milik Otto.

Emiten tersebut adalah PT Indointernet Tbk (EDGE) di mana tercatat investor asing melakukan pembelian bersih super jumbo di saham milik Otto di pasar negosiasi.

Tercatat investor asing menggunakan broker PT BCA Sekuritas (SQ) melakukan pembelian sebanyak 1,89 juta lot EDGE di harga Rp 10.495/unit dari investor lokal yang menggunakan sekuritas yang sama sehingga transaksi ini merupakan transaksi crossing alias tutup sendiri. Tercatat investor asing menggelontorkan dana sebesar Rp 1,99 triliun untuk menebus transaksi ini.

4. Tok! Kresna Life Diputus Pailit, Terus Nasib Nasabah Gimana?

Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life masuk babak baru setelah adanya amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan status pailit pada perusahaan asuransi jiwa Grup Kresna tersebut dikabulkan.

Berdasarkan situs kepaniteraan Mahkamah Agung, dikutip Sabtu ini (12/6/2021), amar putusan dengan nomor 647 k/Pdt.Sus-Pailit/2021 menyatakan permohonan pemohon atas status pailit Kresna Life dikabulkan. Putusan ini tercatat dikeluarkan pada 8 Juni lalu.

Adapun pihak Pemohon yakni Nelly dkk (mewakili enam orang dengan termohon Asuransi Jiwa Kresna.

5. Sambut GoTo cs, BEI Siap Revisi Aturan Pencatatan Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan menyesuaikan aturan pencatatan saham bagi perusahaan teknologi yang berpotensi meraih dana besar di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, perusahaan rintisan unicorn berpotensi meraih pendanaan dalam jumlah besar, namun masih dihadapkan pada fundamental seperti perolehan laba usaha dalam setahun terakhir.

Dengan demikian, berdasarkan peraturan I-A yang lama, akan sulit bagi unicorn untuk bisa dicatatkan di Papan Utama Perdagangan.

88 Emiten Belum Setor Lapkeu 2020
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading