Alert! IHSG Ambrol 1% Lebih, Ada Apa?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 January 2022 11:01
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles lebih dari 1% setengah jam menjelang penutupan sesi I perdagangan, Selasa (18/1/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.57 WIB, IHSG ambles 1,10% ke posisi 6.574,59 dengan nilai transaksi Rp 5,64 triliun dan volume perdagangan 9,67 miliar.

Meski IHSG anjlok, investor asing masuk ke bursa saham RI dengan nilai beli bersih Rp 65,76 miliar di pasar reguler, tetapi melakukan jual bersih Rp 30,92 miliar di pasar negosiasi dan pasar tuna.


Kendati IHSG memerah, mayoritas bursa saham utama kawasan Asia kompak bergerak di zona hijau pagi ini. Indeks Nikkei Jepang misalnya, naik dengan apresiasi 0,83%.

Semalam bursa saham New York tutup karena memperingati hari Martin Luther King Junior. Sebagai informasi, Martin Luther King Jr adalah pemimpin gerakan hak sipil untuk menuntut kesetaraan antara kulit putih dan berwarna di AS selama periode 1955 hingga ia akhirnya tewas dibunuh pada 1968.

Hari MLK menjadi hari libur federal AS, yang diperingati pada Senin ketiga bulan Januari, setelah ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Reagan pada 1983 dan secara resmi berlaku mulai 1986.

Selain masih soal perkembangan kasus baru Covid-19 di RI, investor juga mengamati sejumlah data penting, terutama dari luar negeri.

Pertama, keputusan soal suku bunga Jepang yang akan dirilis bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) pada pukul 10.00 WIB. Konsensus pasar sepakat bank sentral Negeri Matahari Terbit masih akan tetap mempertahankan rezim suku bunga negatif (-0,1%) kali ini.

Melansir Reuters, BOJ telah mengatakan akan melanjutkan kebijakan ultra-longgar untuk mendukung ekonomi. Namun, pembuat kebijakan di Negeri Sakura itu juga dikabarkan terus memperdebatkan bagaimana mengkomunikasikan kepada publik soal kenaikan suku bunga nantinya.

Apalagi, target inflasi 2% yang disepakati sebelumnya bisa lebih cepat tercapai, didorong oleh kenaikan harga yang meluas dan pandangan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid-19 Varian Baru Mengancam, IHSG Anjlok 1,44%


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading