BI Tahan Bunga Buat Jaga Rupiah, Memang Rupiah Kenapa?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 May 2021 16:25
FILE PHOTO: An Indonesian Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti yang sudah diduga, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan. Satu hal yang menjadi pertimbangan MH Thamrin adalah stabilitas nilai tukar rupiah.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG, Selasa (25/5/2021).


Belakangan ini rupiah memang boleh dibilang baik-baik saja. Sejak akhir bulan lalu hingga kemarin, rupiah menguat 0,62% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) secara point-to-point di perdagangan pasar spot.

Arus modal pun kembali masuk ke pasar keuangan Tanah Air. Sepanjang April 2021, investor asing membukukan beli bersih Rp 3,55 triliun.

Namun, bukan berarti ke depan tidak ada risiko yang menghantui rupiah. Risiko terbesar adalah tren percepatan laju inflasi di AS.

Pada April, inflasi Negeri Paman Sam tercatat 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini adalah laju tercepat sejak 2005.

Sementara dibandingkan periode yang sama tahun lalu, inflasi AS tercatat 4,2%. Ini adalah yang tertinggi sejak 2008.

Halaman Selanjutnya --> Waspada, Inflasi AS Meninggi

Waspada, Inflasi AS Meninggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading