BI Ancang-ancang Naikkan Bunga Acuan Akhir Tahun Depan?

Market - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
24 August 2021 10:08
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Saat Konfrensi Pers Mengenai Pemerintah & Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama dlm Pembiayaan Sektor Kesehatan & Kemanusiaan (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) saat ini masih mempertahankan suku bunga rendah. Namun pada akhir 2022, ada kemungkinan suku bunga acuan bakal mulai dinaikkan.

Sejak pandemi virus corona mendera Indonesia tahun lalu, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 125 basis poin (bps). Kini BI 7 Day Reverse Repo Rate berada di 3,5%, terendah sepanjang sejarah.

Namun MH Thamrin sudah mulai memikirkan mengenai kapan mengakhiri kebijakan moneter ekspansif. Jika data yang ada mendukung, maka bukan tidak mungkin suku bunga mulai dinaikkan pada akhir tahun depan.


"Sudah ada rencana exit policy dari BI dengan mengurangi likuiditas sedikit-sedikit. Baru kemungkinan akhir 2022 masalah suku bunga. Tentu saja ada data yang harus kita lihat," ungkap Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Perry memperkirakan tekanan inflasi baru muncul pada 2023. Kondisi ini tentu menjadi ideal untuk menaikkan suku bunga.

"Tentu saja tambahan ekspansi moneter kemungkinan akan menambah tekanan inflasi. Bukan 2021 dan bukan 2022, BI sudah antisipasi kalau 2023 akan ada kenaikan inflasi," kata Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BI 'Diramal' Tahan Bunga Acuan Lagi, Kenapa Ya?


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading