Sederet Strategi Bumi Resources untuk Raih Laba di 2021

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
19 May 2021 12:15
Tambang Kaltim Prima Coal

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana meningkatkan produksi batu bara berkualitas tinggi dan memaksimalkan penjualan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Saat ini batu bara yang diproduksi anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia hampir sepenuhnya dipesan hingga periode produksi Juni 2021

"Kami akan meningkatkan output berkualitas tinggi untuk meningkatkan realisasi, melanjutkan program efisiensi biaya, memenuhi semua kewajiban domestik, memaksimalkan penjualan. Saat ini pesanan kami juga hampir penuh," kata Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava, Selasa (18/05/2021).

Selain memaksimalkan penjulan, emiten batu bara terbesar ini juga akan meningkatkan sinergi dengan anak usahanya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) seiring perbaikan kinerja keduanya. Bukan hanya dari sisi kinerja, BRMS akan memberikan kontribusi efisiensi pada BUMI.


"Untuk Darma Henwa kami sedang upayakan juga untuk berkontribusi," kata Dileep.

Strategi lain yang menjadi fokus perusahaan yakni memasok kebutuhan hilirisasi batu bara melalui gasifikasi. Dileep mengungkapkan strategi ini akan dilakukan untuk jangka menengah sejalan dengan program prioritas nasional.

Adapun proyek hilirisasi batu bara yang digarap PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) ditargetkan rampung pada 2024. Gasifikasi batu bara menjadi metanol yang menggandeng KPC memiliki kapasitas 1,8 juta ton per tahun.

Sementara untuk PT Arutmin Indonesia, Dileep mengatakan saat ini tengah dilakukan studi kelayakan untuk proyek gasifikasi di lokasi pertambangan Arutmin dan telah memasuki tahap akhir. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2025.

Dia mengungkapkan perusahaan akan fokus pada diversifikasi usaha untuk jangka menengah, setelah menyelesaikan kewajiban utangnya. Diversifikasi dilakukan melalui hilirisasi batu bara melalui proyek gasifikasi, dan juga produksi emas melalui anak usahanya.

Perusahaan juga menargetkan penjualan baru bara mencapai 85-89 juta ton sepanjang 2021, naik 4-9% dibandingkan realisasi 2020 sebanyak 81,5 juta ton. Dileep memproyeksikan harga jual rata-rata 15 -20% lebih tinggi di pada 2021, dibandingkan 2020.

"Prioritas kami adalah memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri, diikuti oleh ekspor. Perbandingan ekspor dengan dalam negeri biasanya 75:25," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penjualan Batu Bara BUMI Diproyeksi Naik 9% di 2021


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading