Analisis Emiten

Garap Vaksinasi hingga Bagi Dividen, Kejutan IRRA Belum Habis

Market - Arif Gunawan & Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 May 2021 15:45
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten kesehatan mencuri perhatian di tengah pandemi Covid-19, salah satunya adalah PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang harganya melesat 146,15% tahun lalu. Dengan laju vaksinasi dunia yang kian pesat, potensi kinerja positif masih terbuka.

Pandemi menjadi blessing in disguise bagi Itama yang masuk bursa bursa (listing) melalui penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) pada 2019. Sejak dicatatkan sampai dengan sekarang, Jumat (7/5/2021), saham perseroan melonjak 342,5% ke Rp 1.655/unit.

Ibaratnya, jika Anda membeli saham perseroan ketika IPO dengan menjual motor Yamaha Mio bekas seharga Rp 10 juta, maka dalam waktu 18 bulan uang Anda tersebut nilainya sudah berubah menjadi Rp 34,25 juta atau cukup untuk membeli motor Yamaha Nmax.


qSumber: Refinitiv

Didirikan 18 tahun lalu, perseroan fokus menggarap bisnis alat dan perangkat kesehatan sehingga menjadi salah satu pemain utama di sektor tersebut. Namun, lompatan kinerja baru dicetak setelah konsolidasi bisnis ke Itama pada 2017, yang diikuti IPO dua tahun kemudian.

Penjualan perseroan yang kala itu (2016) hanya Rp 12 miliar, langsung melonjak menjadi Rp 225,2 miliar pada 2017 setelah konsolidasi, dengan laba bersih melesat 3.657% menjadi Rp 26,3 miliar.

Lompatan kinerja kembali terjadi di tengah pandemi, di mana penjualan menembus Rp 563,9 miliar atau tumbuh 100,1% pada 2020, sementara laba bersih melambung 82,3% menjadi Rp 60,52 miliar. Ini melampaui target internal perusahaan yang awalnya cuma mematok angka 20%.

Lini bisnis diagnostik, dengan produk utama perangkat tes swab antigen Panbio, tumbuh 183,4% menjadi Rp 410,8 miliar. Segmen peralatan non-elektromedikal, penjualan alat suntik (syringe) melesat 25% yang kebanyakan di antaranya berasal dari penjualan kuartal IV-2021.

Pada kuartal IV-2020 saja, Itama membukukan pendapatan Rp 422,8 miliar atau melesat 586% secara kuartalan. Pada saat itu, pemerintah memang telah menggencarkan tes antigen dan mulai menyiapkan vaksinasi (yang kemudian resmi diluncurkan pada 13 Januari 2021). Itama membukukan kontrak penjualan syringe sebanyak 111 juta, untuk vaksinasi tahun 2020.

Dus, periode 3 bulan terakhir 2020 itu menyumbang 75% pendapatan perseroan tahun lalu, sejalan dengan mulai cairnya anggaran pemerintah, yang biasanya digenjot pada kuartal IV. Kontrak dari pemerintah sejauh ini menyumbang lebih dari 40% penjualan Itama.

Berbekal kinerja positif tersebut, IRRA menjadi satu dari sedikit emiten yang konsisten membagikan dividen sejak pencatatan perdana sahamnya. Pada 2019, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 6/saham, dan pada tahun ini kembali berlanjut dengan nilai Rp 12/unit.

"Pembayarannya akan dilakukan pada 25 Mei 2021 dengan jadwal Cum dan Ex Dividen masing-masing 30 April dan 3 Mei 2021," tutur Direktur Keuangan IRRA Pratoto Raharjo dalam siaran pers Kamis (22/4/2021).

Nilai total dividen tahun ini sebesar Rp 18 miliar atau 30% dari laba bersih tahun 2020. Sisanya disimpan sebagai laba ditahan (retained earning) untuk memperkuat permodalan perseroan.

NEXT: Ada Kejutan dari IRRA

Kejutan Belum akan Berakhir
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading