Jualan Alat Tes Swab, Laba Bersih IRRA Meroket 841% di Q3

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
26 October 2021 18:20
PT Oneject Indonesia (Oneject) selaku sister company PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA), produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) dan Safety Needle terbesar di Asia, mengekspor alat suntik sekali pakai atau ADS, guna memenuhi kebutuhan UNICEF (United Nations Children's Fund), dan juga ke Ukraina, dengan total volume seluruhnya mencapai 200 kontainer atau 150 juta pieces alat suntik ADS.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA),mencatatkan kenaikan laba bersih yang fantastis.

Laba bersih IRRA meroket 840,59% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 84,92 miliar pada akhir kuartal III 2021. Laba bersih ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 9,03 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang terbit di laman resmi BEI, Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan penjualan bersih sebesar 670,14% secara tahunan dari semula Rp 141,06 miliar pada 30 September 2020 menjadi Rp 1,09 triliun pada 30 September 2021.


Dalam laporan keuangannya perusahaan tidak merinci penjualan dari masing-masing barang yang dijual oleh perseroan.

PT Sinergi Utama Sejahtera diketahui menjadi konsumen terbesar dengan kontribusi 32% atau mencapai Rp 349,67 miliar.

Sebelumnya, di awal tahun, dalam keterangan yang terbit di keterbukaan informasi (21/1), IRRA menyampaikan bahwa memasuki minggu ketiga Januari telah berhasil menjual 1,7 juta unit Swab Antigen Test Covid-19.

Perusahaan juga mengatakan bahwa pada tahun ini, untuk penjualan Swab Antigen Test, perseroan menargetkan mampu menjual sebanyak 5-10 juta unit, naik 100%-300% dari realisasi volume penjualan tahun 2020 yang hanya sebesar 2,4 juta.

Pada akhir kuartal ketiga tahun ini total aset IRRA tercatat senilai Rp 897,76 miliar, meningkat 67,72% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 535,27 miliar.

Aset ini terdiri dari aset lancar sejumlah Rp 861,64 miliar, di mana kas tercatat sebesar Rp 54,23 miliar, piutang usaha pihak ketiga mencapai Rp 321,05 miliar dan persediaan/inventori sejumlah Rp 222,43 miliar.

Sedangkan sebagian kecil asetnya berupa aset tidak lancar, yang hanya sejumlah Rp 36,12 miliar.

Liabilitas perusahaan tercatat naik menjadi Rp 389,71 miliar, tumbuh 33,03% dari akhir tahun lalu sebesar Rp 292,94 miliar. Sebagian besar porsi utang IRRA merupakan kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp 387,76 miliar, sedangkan kewajiban jangka panjang perusahaan hanya tercatat sebesar Rp 1,96 miliar.

Ekuitas perusahaan tercatat meningkat 110% menjadi Rp 508,05 miliar.

Akhir bulan lalu IRRA mengungkapkan rencana akuisisi PT Oneject Indonesia (Oneject). Akuisisi ini disebutkan merupakan bagian dari transformasi perseroan menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan.

Selain itu awal bulan ini Pemegang saham pengendali emiten farmasi dan produk alat kesehatan, PT Itama Rayonara Tbk (IRRA), yakni PT Global Dinamika Kencana, mengumumkan pengambilalihan sebanyak 51,85% saham emiten konstruksi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).

Pada penutupan perdagangan Selasa (26/10) di pasar modal, saham IRRA tercatat menguat 4,55% ke level Rp 1.840 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,94 triliun.

Dalam sepekan saham ini naik 2,51%, dalam sebulan terakhir harganya meningkat 13,23% dan sejak awal tahun saham ini telah tumbuh hingga 143,71%.


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading