Duh! Saham-saham Bank BUKU IV Rontok Lagi, Ada Apa nih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 April 2021 10:12
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham bank-bank besar atau bank BUKU IV (bank dengan modal inti di atas Rp 30 Triliun) kompak berjatuhan di awal perdagangan Rabu (21/4/2021). Di tengah pelemahan ini, investor asing tercatat cenderung melego (net sell) saham-saham tersebut pagi ini.

Berikut gerak saham-saham bank besar, pukul 09.34 WIB.

  1. Bank CIMB Niaga (BNGA), saham -1,47%, ke Rp 1.005, net buy Rp 86,02 Juta


  2. Bank Negara Indonesia (BBNI), saham -0,84%, ke Rp 5.875, net sell Rp 2,10 M

  3. Bank Mandiri (BMRI), saham -0,81%, ke Rp 6.150, net sell Rp 11,35 M

  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham -0,70%, ke Rp 4.280, net sell Rp 3,37 M

  5. Bank Central Asia (BBCA), saham -0,24%, ke Rp 31.100, net sell Rp 3,68 M

  6. Bank Permata (BNLI), saham 0,00%, ke Rp 2.220, net buy Rp 3,11 juta

  7. Bank Pan Indonesia (PNBN), saham 0,00%, ke Rp 980, net sell Rp 26,75 juta

  8. Bank Danamon Indonesia (BDMN), saham +1,15%, ke Rp 2.650, net buy Rp 1,52 miliar

Berdasarkan data di atas, dari 8 saham bank besar 5 di antaranya ambles ke zona merah. Saham-saham bank besar tampaknya cenderung dijual investor setidaknya sejak sepekan dan sebulan belakangan.

Saham BNGA menjadi yang paling terkoreksi, yakni 1,47% ke Rp 1.005/saham. Dengan ini BNGA, sama seperti sejumlah saham lainnya, melanjutkan pelemahan sejak penutupan perdagangan Selasa (20/4).

Alhasil, dalam sepekan saham BNGA ambles 8,68%, sementara dalam sebulan tersungkur 10,31%.

Posisi kedua sampai keempat, ditempati oleh trio bank pelat merah, yakni BBNI, BMRI dan BBRI. Anjloknya ketiga saham tersebut dibayangi aksi jual bersih oleh asing.

BBNI turun 0,84% ke Rp 6.150/saham pagi ini. Penurunan BBNI diikuti oleh net sell sebesar Rp 2,10 miliar.

Dalam sepekan BBNI turun 1,27%, sementara dalam sebulan ambles 4,51%,

Setali tiga uang, saham BMRI terkikis 0,81% ke Rp 6.150/saham dengan nilai jual bersih asing Rp 11,35 miliar.

Dengan ini BMRI melanjutkan pelemahan sejak dua hari lalu. Dalam seminggu belakangan BMRI merosot 2,77%, adapun dalam sebulan anjlok 7,87%.

Sama seperti BBNI dan BMRI, saham bank-nya 'wong cilik' BBRI juga turun 0,70% ke Rp 4.280/saham. Pelemahan BBRI berbarengan dengan net sell asing sebesar Rp 3,37 miliar.

Dalam seminggu BBRI terkoreksi 2,30%, sementara sebulan ambles 8,99%.

Selain trio saham bank BUMN, saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, BBCA, juga jatuh 0,24% ke Rp 31.100/saham. Asing tercatat ramai-ramai keluar dari BBCA dengan catatan jual bersih sebesar Rp 3,68 miliar.

Praktis, BBCA sudah menghuni zona merah dalam 5 hari perdagangan beruntun. Dengan ini, dalam sepekan BBCA turun 1,59% dan dalam sebulan anjlok 5,48%.

Sementara, BNLI dan PNBN masih stagnan, saham BDMN menjadi satu-satunya saham yang menghijau, dengan niak 1,15% ke Rp 2.650/saham. Kenaikan BDM diikuti oleh net buy asing sebesar Rp 1,52 miliar.

Sentimen terbaru, terkait dengan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga.

Dilansir CNBC Indonesia, Selasa (20/4/2021), BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun perkiraan inflasi masih tetap rendah.

"Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, Bank Indonesia mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran," ujarnya Selasa (20/4/2021).

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading