IIMS Tak Ngefek Blas, Saham ASII Cs Masih Juga Susah Gerak

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
19 April 2021 11:15
Pameran Otomotif IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten otomotif bergerak di zona merah pada perdagangan sesi pertama Senin (19/4/2021), adanya gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 yang dimulai pada Kamis (15/4/2021) hingga 25 April pun tak berefek ke sahamnya pada pagi hari ini.

Padahal juga, penjualan mobil pada Maret 2021 naik signifikan dibandingkan dengan periode Februari 2021.

Setidaknya ada empat saham otomotif, beserta saham anak usahanya yang melemah pada perdagangan sesi I hari ini.


Berikut pergerakan saham otomotif pada perdagangan sesi I pukul 09:56 WIB.

Di posisi pertama terdapat saham produsen dan distributor mobil bermerek Nissan dan Suzuki, PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) yang merosot 1,85% ke level Rp 1.060/unit pada pukul 09:56 WIB.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham IMAS pada perdagangan sesi I hari ini mencapai Rp 399 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 372 ribu lembar saham. Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 23 juta.

Berikutnya di posisi kedua terdapat saham anak usaha dari saham IMAS, yakni PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang melemah 0,61% ke posisi Rp 328/unit pada pagi hari ini.

Tercatat nilai transaksi saham IMJS mencapai Rp 71 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 216 ribu lembar saham. Hanya investor dalam negeri yang aktif berinvestasi di saham IMJS.

Sedangkan untuk saham otomotif lainnya, yakni PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,48% ke Rp 5225/unit pada pukul 09:56 WIB pagi hari ini.

Nilai transaksi saham ASII mencapai Rp 13 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 2 juta lembar saham. Walaupun sahamnya melemah, namun asing tercatat membeli saham ASII sebesar Rp 763 juta di pasar reguler.

Sementara untuk anak usaha ASII, yakni PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terkoreksi 0,43% ke Rp 1.165/unit pada pagi hari ini.

Adapun nilai transaksi saham AUTO mencapai Rp 557 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 477 ribu lembar saham. Tak seperti induknya, asing tercatat melego saham AUTO sebanyak Rp 272 juta di pasar reguler.

Gelaran IIMS tahun 2021 resmi digelar, setelah pada tahun lalu tak menggelar acara otomotif tahunan tersebut karena pandemi virus Corona (COVID-19).

Konsep gelaran IIMS tahun ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan konsep hybrid, yakni online dan offline. IIMS 2021 digelar dari tanggal 15 April 2021 hingga 25 April 2021.

Namun, gelaran otomotif tahunan tersebut tak membuat saham otomotif langsung menghijau pada hari ini. Apalagi, tarif mobil tertentu kini sudah lebih murah, setelah adanya relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 0% untuk mobil berkapasitas mesih 1.500 cc.

Selain itu, sentimen dari kenaikan penjualan mobil pada Maret 2021 sepertinya hanya berpengaruh sesaat saja dan akhirnya saham otomotif kembali kurang bergairah.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan mobil pada Maret 2021 berdasarkan wholesales (pabrik ke dealer) naik sebesar 72% dibandingkan Februari 2021. Pada Maret 2021 pun terjual 84.910 unit, sedangkan Februari terjual 49.202 unit.

Sedangkan secara tahunan ada kenaikan yang juga signifikan, yakni naik 10% dibandingkan Maret tahun lalu (2020) yang sempat hanya terjual 76.800 unit. Saat kondisi normal sebelum pandemi penjualan Maret 2019 tercatat sempat 90.368 unit.

Hal ini tentu jadi rekor tersendiri, penjualan mobil untuk kali pertama semenjak pandemi mengalami kenaikan secara tahunan maupun bulanan.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara mengatakan program relaksasi PPnBM telah mendukung peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021.

"Kalau ini bisa sustain dijaga, kemudian ekosistem industrinya jalan," kata Kukuh dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/4/2021).

Relaksasi PPnBM telah dimulai pada 1 Maret khusus untuk mobil-mobil bermesin di bawah 1.500 cc dengan local purchase komponen setidaknya 70%. Pada tahap 1, yakni Maret - Mei 2021, pemerintah memotong kewajiban membayar PPnBM sampai 100%

Pada tahap 2 (Juni - September 2021) potongan 50%, dan tahap 3 (Oktober - Desember 2021) potongannya 25 persen. Kemudian pemerintah sudah memperluas relaksasi PPnBM untuk mobil-mobil 1.501 - 2.500 cc dengan local purchase minimal 60% mulai 1 April 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading