Simak! Usai 'Mati Suri', 10 Bank Mini Bangkit dari 'Kubur'

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 April 2021 10:08
Presiden Direktur Maspion Group, Alim Markus (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sekitar sebulan lamanya "ditinggalkan", rombongan saham emiten bank mini (bank dengan modal inti Rp 1 - 5 triliun) kembali menguat berbarengan pagi ini, Jumat (9/4/2021). Kebangkitan saham bank mini tampaknya sudah dimulai sejak satu sampai dua hari lalu.

Para pelaku pasar tampaknya mulai melirik kembali saham bank bermodal 'cekak' ini, setelah sekitar sebulan terakhir ditinggalkan oleh investor.

Berikut gerak saham bank mini pagi ini, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.20 WIB:


Berdasarkan tabel di atas, terdapat 10 saham emiten bank mini yang menguat bersamaan pada pagi ini. Sementara, dalam sebulan 8 saham tercatat ambles, mengindikasikan pelaku pasar ramai-ramai keluar dari saham-saham ini.

Saham bank mini yang kembali bergairah menunjukkan investor mulai mengoleksi saham-saham tersebut lagi dalam beberapa hari terakhir. Kemarin saja, Kamis (8/4), dua saham bank mini, BKSW dan BVIC, menjadi jawara alias berada di posisi pertama dan kedua top gainers

Khusus, untuk saham BANK yang masih menghijau 23,66% dalam sebulan belakangan, ini dikarenakan saham emiten yang baru melantai pada Februari tahun ini disuspensi oleh bursa hampir sebulan, atau sejak 16 Maret lalu.

Bursa menggembok saham BANK karena terjadi peningkatan harga yang signifikan pada saham tersebut.

Setelah penghentian perdagangan dibuka kembali pada Selasa (6/4), saham BANK hanya memerah sekali (pada 6 April), kemudian terus melaju di zona hijau hingga pagi ini selama tiga hari beruntun.

Dari 10 tersebut saham bank besutan pengusaha Alim Markus, mencatatkan penguatan tertinggi, yakni sebesar Rp 24,70% ke Rp 1.035/saham.

Dengan penguatan ini, praktis saham BMAS sudah menguat selama 3 hari beruntun. Mengakhiri 'paceklik' alias pelemahan selama 12 hari berturut-turut pasca-pembukaan suspensi oleh otoritas bursa.

Asal tahu saja, sebelumnya pada 8-19 Maret 2021 BEI menghentikan aktivitas saham BMAS di bursa setelah saham ini terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Kenaikan BMAS dan bank mini memang salah satunya didorong sentimen narasi bank digital dan ketentuan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sebelumnya, manajemen BMAS menyangkal rencana masuk ke bank digital dan adanya akuisisi oleh unicorn, hal ini disampaikan dalam keterbukaan informasi perusahaan pada 2 dan 8 Maret lalu.

Adapun soal rencana pembelian saham oleh Bank Thailand yang sudah dimulai sejak April tahun lalu, pihak BMAS mengatakan Kasikorn Vision Company Limited akan melakukan pembelian saham yang saat ini dimiliki oleh existing shareholders.

Di tempat kedua, ada saham bank yang baru saja 'dicaplok' oleh CT Corp, BBHI, yang melesat 17,24% ke Rp 1.700/saham. Sama Seperti sejumlah saham bank mini lainnya, BBHI kembali melonjak dalam dua hari terakhir setelah terjerembap di zona merah selama 10 hari perdagangan secara beruntun.

Dalam materi PE Insidentil perusahaan pada 4 Maret 2021, manajemen BBHI menjelaskan perseroan berencana akan menjadi sebuah bank digital. Rencana ini akan dilakukan setelah proses akuisisi oleh PT Mega Corpora selesai.

Bank ini nantinya akan menyediakan layanan perbankan digital yang terintegrasi dengan ekosistem CT Corpora.

Euforia' kenaikan saham bank mini beberapa waktu lalu didorong oleh sentimen narasi bank digital dan aturan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No 12/2020.

Peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun ini, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Dengan aturan tersebut, bank-bank dengan modal mini harus mencari investor strategis untuk menyuntikkan modal.

Sejumlah bank mini sudah memberikan tanggapan terkait isu bank digital melalui keterbukaan informasi di website BEI. BBHI, BACA dan BBYB, misalnya, berencana untuk masuk ke bank digital.

Namun, ada juga sejumlah bank mini lainnya yang menyangkal akan bertransformasi menjadi bank digital, seperti BGTG dan BMAS. Adapun ARTO, dan AMAR sudah tercatat menjadi bank digital saat ini.

Kabar terbaru, OJK memastikan akan mengeluarkan aturan mengenai perbankan digital sebelum semester I berakhir. Peraturan tentang bank digital ini tidak akan membuat dikotomi dengan bank konvensional tetapi menjadi bentuk konvergensi.

"Kami memang sedang menyiapkan rancangan POJK mengenai bank umum, di dalamnya juga akan mengatur pendirian bank baru, termasuk yang ingin mendirikan bank fully digital. OJK tidak mendikotomikan bank digital atau bank umum, di dalam Undang-Undang perbankan kita hanya mengenal dua bank, Bank Umum dan BPR," Ketua Eksekutif Industri Perbankan OJK Heru Kristiyana, dalam VIP Forum Digital Bank CNBC Indonesia, Kamis (8/4/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading