Goks! Bank Digital Kian 'Panas', Begini Jurus Hary Tanoe

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 April 2021 09:20
deklarasi Jokowi Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan bank digital kian semarak setelah taipan pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, resmi mengajukan izin bank digital kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank, unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) atau MNC Financial Services.

MNC Bank akan bersaing dengan bank digital yang sudah ada yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO). Lainnya yakni PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank DBS Indonesia.

Kemudian, pada semester kedua ini akan beroperasi Bank BCA Digital, hasil dari akuisisi PT Bank Royal Indonesia oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Lalu ada PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) milik Akulaku, PT Bank Capital Tbk (BACA) juga siap menjadi bank digital, dan PT Bank Harda Internasional (BBHI) yang baru saja diakuisisi Mega Corpora milik pengusaha Chairul Tanjung.


Setelah itu ada juga PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) yang memproklamirkan siap menjadi bank digital, serta PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) yang juga dalam proses pengajuan bank digital kepada OJK.

Di tengah persaingan ketat ini, Hary Tanoe memberikan penjelasan terkait dengan rencana MNC Bank untuk masuk ke segmen digital ini. Executive Chairman MNC Group itu mengatakan bila izin digital onboarding aplikasi Motion dari Bank MNC disetujui oleh OJK, dia berkeyakinan perseroan melaju dengan cepat.

Adapun fitur terbaru Motion akan melengkapi transformasi digital MNC Bank dari menawarkan aplikasi mobile banking menjadi aplikasi layanan digital (digital banking).

Hary Tanoe pun memaparkan tahap-tahap bank digital Grup MNC ini yakni enam tahapan. Pertama, untuk digital onboarding, perseroan akan fokus di saving account atau tabungan Motion.

Kedua, Online Credit Card untuk jenis kartu kredit Visa yang akan masuk ke Motion, di mana proses registrasi hingga approval kartu kredit sampai dengan pembayaran juga ada di dalam Motion.

Ketiga, karena semua dapat dilakukan online, lanjut Hary, Motion akan memaksimalkan userbase MNC Group, termasuk pelanggan Pay TV MNC Group yang saat ini di atas 8 juta.

Pada akhir tahun ini, Hary memprediksi pelanggan Pay TV MNC Group bisa mencapai di atas 10 juta, selanjutnya diproyeksikan naik menjadi 13 juta pada 2022 dan 16 juta pada 2023.

Keempat, optimalisasi konversi 200 juta lebih userbase MNC Group menjadi nasabahnya.

"Seluruh userbase MNC Group, termasuk televisi, portal dan media sosial yang mencapai lebih dari 200 juta userbase. Terbesar di Tanah Air," ungkap Hary, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Kamis (8/4/2021).

Kelima, dengan digital bank dan memanfaatkan ekosistem MNC Group, pertumbuhan rekening tabungan Motion akan pesat.

Keenam, perseroan terbuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan investor strategis yang juga memiliki userbase besar.

Terkait dengan maraknya bank digital, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana juga buka suara. Dia mengatakan saat ini banyak nasabah yang lebih nyaman bertransaksi digital ketimbang ke kantor cabang.

"Mau tidak mau bank harus siap, kebutuhan para nasabah sudah seperti itu, kalau tidak siap akan ditinggal nasabah," kata Heru, dalam VIP Forum "Membongkar Ekspansi Bank Digital dan Neo Bank di Indonesia" di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Menurut perhitungan OJK, saat ini sudah banyak bank-bank konvensional yang bertransformasi menjadi bank digital.

"Kita punya 107 bank umum termasuk bank syariah, 1.600 BPR. Dari 107 bank tersebut, bank besar sudah mentransformasi dirinya untuk bisa melayani digital, beberapa bank kelas menengah dan kecil sudah juga meminta ijin melayani bank digital," kata Heru.

Heru juga menyebut beberapa pemain bank digital di Indonesia misalnya, Bank Jago, Digibank, Jenius dari BTPN, lalu belakangan BRI Agro dan MNC Bank turut meramaikan persaingan bank digital dengan mengajukan diri ke OJK.

"Saya kira, dengan namanya usaha seperti itu, dengan kemampuan mereka, menyadari harus move on, saya gembira, ini akan membuat bank kita lebih efisien," ujarnya.

OJK juga menilai, apabila bank-bank besar tanah air melakukan transformasi ke layanan digital, akan cukup memenuhi kebutuhan seluruh nasabah di Indonesia.

"Kalau bank bank besar bertransformasi, sudah cukup banget jumlah penduduk kita 280 juta, jumlah bank kita sudah cukup banyak melayani masyarakat," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading