'Lawan' Bank Jago Cs, Hary Tanoe Ungkap Jurus Bank Digitalnya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 April 2021 10:15
Hary Tanoesoedibjo/dok MNC Foto: Hary Tanoesoedibjo/dok MNC

Jakarta, CNBC Indonesia - Taipan pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, memberikan penjelasan terkait dengan rencana PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank, unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) atau MNC Financial Services, masuk ke bank digital dan mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Executive Chairman MNC Group itu mengatakan bila izin digital onboarding aplikasi Motion dari Bank MNC disetujui oleh OJK, dia berkeyakinan perseroan melaju dengan cepat.

Adapun fitur terbaru Motion akan melengkapi transformasi digital MNC Bank dari menawarkan aplikasi mobile banking menjadi aplikasi layanan digital (digital banking).


Hary Tanoe pun memaparkan tahap-tahap bank digital Grup MNC ini yakni enam tahapan.

Pertama, untuk digital onboarding, perseroan akan fokus di saving account atau tabungan Motion.

Kedua, Online Credit Card untuk jenis kartu kredit Visa yang akan masuk ke Motion, di mana proses registrasi hingga approval kartu kredit sampai dengan pembayaran juga ada di dalam Motion.

Ketiga, karena semua dapat dilakukan online, lanjut Hary, Motion akan memaksimalkan userbase MNC Group, termasuk pelanggan Pay TV MNC Group yang saat ini di atas 8 juta.

Pada akhir tahun ini, Hary memprediksi pelanggan Pay TV MNC Group bisa mencapai di atas 10 juta, selanjutnya diproyeksikan naik menjadi 13 juta pada 2022 dan 16 juta pada 2023.

Keempat, optimalisasi konversi 200 juta lebih userbase MNC Group menjadi nasabahnya.

"Seluruh userbase MNC Group, termasuk televisi, portal dan media sosial yang mencapai lebih dari 200 juta userbase. Terbesar di Tanah Air," ungkap Hary, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Kamis (8/4/2021).

Kelima, dengan digital bank dan memanfaatkan ekosistem MNC Group, pertumbuhan rekening tabungan Motion akan pesat.

Keenam, perseroan terbuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan investor strategis yang juga memiliki userbase besar.

Saat ini, setidaknya bank digital yang sudah beroperasi di Indonesia yakni PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kemudian, pada semester kedua ini akan beroperasi Bank BCA Digital, hasil dari akuisisi PT Bank Royal Indonesia oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sebelumnya ada PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) milik Akulaku, lalu PT Bank Capital Tbk (BACA) juga siap menjadi bank digital. Setelah itu, ada PT Bank Harda Internasional (BBHI) yang baru saja diakuisisi Mega Corpora milik pengusaha Chairul Tanjung.

Setelah itu ada juga PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) yang memproklamirkan siap menjadi bank digital.

Dari pasar modal, saham BABP pagi ini naik 2,11% di posisi Rp 97/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,46 triliun. Sepekan terakhir saham BABP melesat 21,25% dan year to date naik 94%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading