Lampaui BRIS, Saham Bank Net Syariah Meroket 1.250% Sejak IPO

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
23 February 2021 12:43
IPO PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), 1 Februari 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. (BANK) memimpin top gainers pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (23/2/2021) dengan penguatan harga mencapai Rp 14,88% di posisi Rp 1.390/saham.

Data BEI mencatat, saham Bank Net Syariah ditransaksikan mencapai Rp 213 miliar dengan volume perdagangan 158,24 juta saham. Tercatat aksi beli sebagian besar dibukukan investor lokal yang menguasai 99,89% dari nilai transaksi Rp 213 miliar tersebut, sementara asing hanya 0,11%.

Domestik melakukan aksi beli mencapai Rp 212,5 miliar dan jual Rp 212,8 miliar.


Pekan lalu, saham BANK juga masuk urutan kedua top gainers (15-19 Februari 2021) meskipun sempat sahamnya disuspensi (dihentikan sementara) perdagangan pada 17 dan 18 Februari.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 18,15 triliun bertambah dari Jumat pekan lalu Rp 14,82 triliun. Dengan penguatan ini, maka saham BANK sudah melesat 1.250% dari harga penawaran perdana (IPO) Rp 103/saham, atau hampir sebulan ini.

Sebagai perbandingan, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) minus 14% dalam sebulan di harga Rp 2.780/saham, meski year to date (ytd) melesat 797%. Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) naik 5% sebulan dan ytd 70%. Sementara saham PT Bank BPTN Syariah Tbk (BTPS) naik 14% dan ytd minus 22%.

BRIS resmi melantai di bursa pada 9 Mei 2018 dengan harga IPO Rp 510/saham atau melesat 445% dari harga IPO dalam 3 tahun.

Saham Bank Net Syariah dikendalikan oleh PT NTI Global Indonesia dan tercatat pertama kali atau listing di BEI pada Selasa lalu (2/2/2021) dengan harga perdana Rp 103/saham dan meraih dana IPO (initial public offering/penawaran umum perdana) Rp 515 miliar.

Mengacu dokumen prospektus IPO Bank Net Syariah, manajemen perusahaan menyatakan perusahaan masih dalam tahap penyesuaian terhadap segmen ritel melalui digital banking di mana saat ini BANK fokus dalam pengembangan infrastruktur IT dan produk perbankan digital.

Beberapa sentimen pendukung yakni industri perbankan syariah di Indonesia yang mengalami pertumbuhan yang cukup stabil setiap tahunnya.

Sentimen positifnya ialah tingkat pertumbuhan aset perbankan syariah sebesar CAGR 13,36%, pembiayaan sebesar 12,72% dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 14,25% dari tahun 2016 hingga 2019, melebihi tingkat pertumbuhan perbankan konvensional.

Selain itu, prospek perbankan syariah berdasarkan data historis, perbankan syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat bertumbuh di Indonesia.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor penting seperti, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat masyarakat Indonesia yang unbankable masih tinggi dan market share perbankan syariah terhadap industri perbankan yang masih rendah, hanya sekitar 6,00% per 31 Desember 2019.

"Saat ini hanya terdapat 14 Bank Umum syariah yang beroperasi di Indonesia yang menyebabkan ruang gerak perbankan syariah masih sangat besar," tulis manajemen Bank Net dalam penjelasan outlook bisnis bank syariah digital.

Kemudian, sentimen berikutnya yakni prospek digital banking teknologi digital sedang dan akan mentransformasi ekosistem perbankan di Indonesia.

Menurut McKinsey research tahun 2019, industri perbankan di Indonesia menunjukkan tren perpindahan pengguna pelanggan konvensional menuju perbankan digital yang cukup masif dibandingkan survey yang dilakukan tahun 2014.

"Saat ini, penetrasi digital sudah mencapai 1,6 kali jika dibandingkan tahun 2014 dan telah mencapai posisi 58% sejalan dengan transformasi yang terjadi di negara-negara emerging market Asia," tulis manajemen BANK mengutip McKinsey.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading