Terungkap! Ini Cara Bank Mega Tingkatkan Dana Murah di 2021

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
17 February 2021 17:55
Diza Larentie, Consumer Banking Director Bank Mega Hery Gunardi Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri. (CNBC Indonesia/Wanti Puspa)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mega Tbk (MEGA) memiliki strategi untuk menghimpun dana murah nasabahnya, salah satunya dengan memanfaatkan nasabah milenial.

Direktur Consumer Banking Bank Mega, Diza Larentie mengatakan untuk menghimpun dana murah, Bank Mega akan menawarkan produk saving sesuai dengan kebutuhan nasabahnya.

"Bisa untuk menabung umum atau wirausaha, diberikan benefit kita bersinergi dengan CT Corp yang bisa digunakan untuk seluruh jaringan," ujarnya dalam Public Expose Bank Mega di Jakarta, Rabu (17/2/2021).


"Kita mau menyasar segmen milenial karena terus makin besar dan digital savvy dari kondisi pandemi ini membuat mobilitas dibatasi jadi perlu transaksi digital, cocok sekali untuk milenial dan masyarakat umum karena kebutuhan masa pandemi," imbuhnya.

Bank Mega melalui aplikasi M-Smile memang memudahkan penggunanya. Bagi nasabah atau masyarakat yang ingin membuka rekening tabungan, tak perlu repot ke kantor cabang. Melalui M-Smile, bisa memberikan keuntungan lebih banyak.

"Berbagai produk program menarik kami bisa meningkatkan dana murah lebih baik lagi di 2021," katanya.

M-Smile merupakan aplikasi untuk kebutuhan finansial nasabah Bank Mega yang dilengkapi dengan akses login biometric dan Fitur Voice Command serta menyediakan berbagai layanan perbankan. Termasuk di dalamnya transaksi QRIS, Tarik Tunai Tanpa Kartu, Fitur Beli & Bayar, Fitur Kirim Uang & Split Bill, Digital Onboarding, Combined Statement, Billing Statement, Reward Point, Pengaturan Limit, Info Promo dan lainnya.

Sebagai informasi, Bank Mega membukukan laba setelah pajak senilai Rp 3,01 triliun, atau melesat 50,2% jika dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya sebesar Rp 2 triliun.

Aset Bank Mega juga melesat 11,3%, atau melampaui industri yang hanya naik 7,6% (per November). Artinya, kenaikan profitabilitas Bank Mega sejalan dengan kenaikan aset, yang menunjukkan kinerja mereka memang prima secara riil dan tak cuma hitungan di atas kertas.

Yang menarik juga, Bank Mega berhasil menjaga penyaluran kredit ke sektor yang selama ini mengalami pukulan terburuk di era pandemi, yakni ritel. Penyaluran kredit ritel Bank Mega mencapai Rp 1,22 triliun atau 100,7% dari RBB.

Di sisi lain, sektor korporasi yang merupakan tulang punggung (backbone) penyaluran kredit perseroan masih melesat 13,4% ke Rp 28,9 triliun. Bagi Bank Mega, porsi kredit korporasi mencapai 54% dari total kredit yang dikucurkan pada 2020.

Kredit korporasi juga masih tumbuh berdigit ganda, yakni sebesar 13,4%, menjadi Rp 26,2 triliun. Artinya, perseroan masih jeli mencari pelaku usaha yang masih ekspansif meski menghadapi pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading