Internasional

PDB China Tumbuh Paling Lambat Selama 4 Dekade

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 January 2021 13:16
Visitors wearing masks to protect from coronavirus hold for Chinese flags for a photo as they visit Tiananmen Square during National Day in Beijing on Thursday, Oct. 1, 2020. Millions of Chinese tourists usually would use their week-long National Day holidays to travel abroad. This year, travel restrictions due to the coronavirus pandemic mean that some 600 million tourists - about 40% of the population - will travel within China during the holiday that began Thursday, according to Ctrip, China's largest online travel agency. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi China tumbuh pada laju paling lambat sejak reformasi pasar pada tahun 1970-an di 2020 ini. Namun, berhasil mengakhiri tahun dengan kuat karena percepatan pemulihan virus corona (Covid-19), menurut jajak pendapat ekonom AFP.

Perkiraan rata-rata analis dari 13 lembaga keuangan adalah ekspansi 2,0% untuk ekonomi terbesar kedua di dunia, turun tajam dari 6,1% pada 2019, yang merupakan level terendah dalam tiga dekade.


China, tempat pertama kali pandemi Covid-19 muncul, menjadi satu-satunya ekonomi besar dunia yang mencatat pertumbuhan positif pada 2020.

Tahun lalu adalah roller-coaster bagi China. Negeri Tirai Bambu ini berkontraksi pada kuartal pertama, dan belum pernah terjadi sebelumnya, setelah dilakukan aturan lockdown terkait pandemi.

"Namun, ini dengan cepat diikuti oleh rebound ketika bisnis dan konsumsi kembali," tulis AFP, dikutip Jumat (15/1/2021).

Analis memaparkan  laju kenaikan selama kuartal keempat didukung dengan data yang menggembirakan pada belanja konsumen, aktivitas pabrik dan ekspor.

Jajak pendapat tersebut menghasilkan perkiraan rata-rata pertumbuhan sekitar 6,3% untuk kuartal terakhir tahun 2020, menempatkan China kembali pada lintasan pertumbuhan pra-pandemi.

"Kami memperkirakan kenaikan lebih lanjut dalam pertumbuhan PDB Q4, didorong oleh ekspor yang kuat, pertumbuhan investasi yang kuat dan pemulihan konsumsi rumah tangga," kata Tommy Wu, ekonom utama di Oxford Economics.

Menurut angka yang dirilis Kamis (14/1/2021), dalam tanda positif terbaru, ekspor melonjak 18% pada Desember dan naik 3,6% untuk setahun penuh. Angka pertumbuhan PDB resmi akan dirilis pada hari Senin mendatang.

Ekspektasi analis melebihi perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang pertumbuhan setahun penuh China pada tahun 2020 sebesar 1,9%. Angka tersebut akan menjadi kinerja terburuk sejak tahun 1976, ketika ekonomi menyusut 1,6%.

Dua tahun setelah itu, mantan pemimpin Deng Xiaoping mulai beralih dari perencanaan pusat bergaya komunis, mengubah China menjadi kekuatan industri, perdagangan, dan teknologi.

IMF pekan lalu mengatakan aktivitas akan tetap di bawah kapasitas untuk masa mendatang karena China terus menyesuaikan diri dengan "normal pandemi" di mana teknologi dan digitalisasi layanan mengambil peran yang lebih besar.

IMF menurunkan perkiraan setahun penuh China tahun 2021 menjadi 7,9%, dari sebelumnya 8,2%.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading