Internasional

Waduh! Ekonomi China di Bawah Ekspektasi, 4,9% di Q3 2021

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
18 October 2021 11:20
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi China tumbuh 4,9% pada kuartal ketiga 2021 (Q3 2021). Hal ini diakibatkan oleh sektor properti yang berjuang dengan langkah-langkah kebijakan yang lebih ketat dan krisis energi yang membayangi.

Mengutip AFP, data resmi Biro Statistik Nasional (NBS) Senin (18/10/2021) menyebutkan pasar domestik masih tidak stabil dan tidak merata. Ini terjadi meski ekonomi sudah mulai bangkit dari pemulihan pandemi.


"Setelah pemulihan virus corona yang cepat, pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu kehilangan tenaga, dengan pertumbuhan produk domestik bruto mencapai 4,9% per tahun," tulis NBS.

Angka terbaru ini di bawah ekspektasi pertumbuhan 5,0% yang diprediksi oleh analis. Selain itu, angka ini juga turun tajam dari pertumbuhan 7,9% pada Q2 2021 lalu.

"Kita harus mencatat bahwa ketidakpastian lingkungan internasional saat ini meningkat dan pemulihan ekonomi domestik masih tidak stabil dan tidak merata," kata Juru Bicara NBS Fu Linghui.

Secara sektoral, pertumbuhan produksi industri melambat menjadi 3,1% pada bulan September lalu. Di sisi lain, ritel naik menjadi 4,4%. Untuk pengangguran perkotaan di level 4,9% pada bulan lalu.

Analis menyebut bahwa krisis properti yang dialami oleh raksasa Evergrande masih menjadi biang keladi dari perlambatan ini. Selain itu, krisis energi yang mulai membayangi juga memperlambat output industri.

"Pertumbuhan terseret oleh perlambatan di real estat, yang baru-baru ini diperkuat oleh limpahan dari kerja keras Evergrande," kata kepala ekonomi Asia Oxford Economics Louis Kuijs.

"Ada pukulan tambahan pada bulan September dari kekurangan listrik dan pengurangan produksi karena penerapan target iklim dan keselamatan yang ketat oleh pemerintah daerah."


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading