Vaksinasi Dimulai Besok, Investor Saham Farmasi Pesta Pora

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
12 January 2021 10:50
Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham sektor farmasi pada pagi hari ini melesat hingga mencapai 9% lebih. Melesatnya saham-saham farmasi didorong oleh sentimen vaksinasi virus corona (Covid-19) di Indonesia yang akan dimulai pada Rabu (13/1/21) besok.

Saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) memimpin pergerakan saham-saham farmasi yang melesat pada pagi hari ini. Pada pukul 09:50 WIB, saham TSPC melesat 9,55% ke posisi Rp 2.180/saham.

Di posisi kedua dan ketiga, ada saham dari anak usaha PT Biofarma (Persero), yakni PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF). Saham INAF melesat 8,4% ke Rp 6.775/saham, sedangkan saham KAEF juga melonjak 6,98% ke Rp 6.900/saham pada pukul 09:50 WIB.


Namun, melesatnya saham-saham farmasi tidak diikuti oleh saham distributor alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada hari ini, karena saham IRRA sedang disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia akibat pergerakan sahamnya yang naik tajam hingga terkena level auto rejection atas (ARA) pada perdagangan kemarin.

Melesatnya saham-saham farmasi pada perdagangan pagi hari ini diakibatkan dari program vaksinasi virus corona (Covid-19) di Indonesia yang akan dilakukan pada Rabu (13/1/2021) besok.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberi label halal dan suci untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Senin kemarin. Adapun efikasi dari vaksin Sinovac tersebut sebesar 65,3%.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Rabu besok. Jokowi dan jajaran menteri kabinet Indonesia Maju akan jadi penerima vaksin pertama.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan vaksin ini dikirimkan ke 34 provinsi. Tahap pertama sebanyak 700.000 dosis vaksin yang dikirim ke daerah-daerah.

"Untuk vaksinasi yang pertama memang prioritasnya di tenaga kesehatan, dokter, perawat yang ada di rumah sakit. Kedua nanti TNI/Polri dan juga guru langsung kita berbarengan dengan itu juga masyarakat," ungkap Jokowi.

Meski vaksinasi sudah dimulai minggu ini, Jokowi meminta kepada semua pihak tetap waspada dan tidak lengah terhadap virus corona Covid-19. Masyarakat diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Perkiraan vaksinasi akan selesai 3,5 tahun tapi di negara kita Insya Allah kemarin mendapatkan informasi dari Pak menteri 15 bulan, masih saya tawar kurang dari setahun harus selesai. Kita memang harus kerja keras," jelas Jokowi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading