'Disuntik' Rapor Q3, Saham-saham Farmasi pada Nyengir

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 October 2021 17:40
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten

Jakarta CNBC Indonesia - Saham-saham emiten farmasi kompak menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (26/10/2021), seiring dirilisnya laporan kinerja keuangan sejumlah emiten yang tergolong positif pada kuartal ketiga tahun ini.

Berikut kenaikan saham farmasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

  1. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), +5,95%, ke Rp 890/saham


  2. Kalbe Farma (KLBF), +5,12%, ke Rp 1.540/saham

  3. Itama Ranoraya (IRRA), saham +4,55%, ke Rp 1.840/saham

  4. Darya-Varia Laboratoria (DVLA), +3,21%, ke Rp 2.570/saham

  5. Pyridam Farma (PYFA), +2,86%, ke Rp 1.080/saham

  6. Indofarma (INAF), +2,18%, ke Rp 2.340/saham

  7. Kimia Farma (KAEF), +1,23%, ke Rp 2.470/saham

  8. Merck (MERK), +0,86%, ke Rp 3.530/saham

  9. SOHO Global Health (SOHO), +0,49%, ke Rp 5.150/saham

  10. Phapros (PEHA), +0,43%, ke Rp 1.170/saham

Menurut data di atas, saham emiten produsen obat herbal dengan merek Tolak Angin SIDO memimpin, dengan melesat 5,95% ke Rp 890/saham. Dalam sepekan, saham SIDO melesat 11,95%, sementara dalam sebulan juga naik 11,95%.

Menurut laporan keuangan yang terbit di website BEI, Senin (18/10), SIDO berhasil membukukan kenaikan laba bersih 35,06% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 865,50 miliar pada triwulan III 2021, dari laba bersih Rp 640,81 miliar pada triwulan III 2020.

Pendapatan dan penjualan usaha SIDO pun terkerek naik 23,00% secara yoy dari Rp 2,26 triliun pada 30 September 2020 menjadi Rp 2,78 triliun pada akhir September 2021.

Kedua, saham KLBF terkerek naik 5,12% ke Rp 1.540/saham. Di tengah kenaikan ini, asing melakukan beli bersih Rp 84,43 miliar di pasar reguler.

Dengan ini, dalam sepekan saham KLBF mendaki 6,94% dan dalam sebulan melompat 10,00%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Senin (25/10), KLBF mencetak laba bersih sebesar Rp 2,29 triliun pada triwulan ketiga tahun ini, naik 12,84% secara tahunan dari laba bersih Rp 2,03 triliun pada akhir September 2020.

Laba bersih KLBF pada kuartal III 2021 tersebut ditopang oleh naiknya penjualan dan pendapatan bersih sebesar 11,72% secara tahunan dari Rp 17,10 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp 19,10 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Di bawah saham KLBF, saham IRRA juga terapresiasi 4,55% ke Rp 1.840/saham. Dalam sepekan saham IRRA naik 2,51%, sedangkan dalam sebulan melejit 13,23%.

Seperti SIDO dan KLBF, kinerja keuangan IRRA juga ciamik pada kuartal III tahun ini.

Menurut laporan keuangan yang terbit di website BEI, Senin malam (25/10), IRRA berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 840,59% secara tahunan menjadi Rp 84,92 miliar pada kuartal III 2021, dari laba bersih Rp 9,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan penjualan bersih sebesar 670,14% secara yoy dari Rp 141,06 miliar pada 30 September 2020 menjadi Rp 1,09 triliun pada 30 September 2021.

Tidak ketinggalan, duo saham emiten anak usaha PT Bio Farma (Persero), INAF dan KAEF, sama-sama naik 2,18% dan 1,23% pada perdagangan hari ini. Kedua emiten ini belum melaporkan kinerja keuangan per 30 September 2021.

Saham emiten anak usaha KAEF, PEHA, juga terapresiasi 0,43% ke Rp 1.170/saham, rebound dari koreksi 0,43% pada Senin kemarin.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading