Kaleidoskop

Dear Investor, Ini Rentetan Mega Aksi Korporasi Emiten, Simak

Market - Syahrizal Sidik & Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 January 2021 07:08
Gojek (Jadefoto/Gojek)

Semester II-2020

1. Harum Energy Caplok Saham Produsen Nikel Australia Rp 339 M

Emiten pertambangan, PT Harum Energy Tbk (HRUM) melakukan transaksi pembelian saham perusahaan tambang nikel asal Australia, Nickel Mines Limited dengan harga jual beli senilai AUD 34,26 juta atau setara Rp 339,22 miliar dengan kurs Rp 9.900 per AUD.


Direktur Utama Harum Energy, Ray A Gunara menjelaskan, perseroan telah membeli sebanyak 68.530.577 saham Nickel Mines Limited atau setara dengan 3,22% saham. Transaksi ini terjadi pada 29 Mei 2020.

"Tidak ada dampak dari transaksi pembelian saham terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten," kata Ray, dalam keterbukaan informasi, Rabu (3/6/2020).

2. Nilai Akuisisi Rabobank Melonjak, BCA Rogoh Rp 500 M

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah mengakuisisi saham PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) dari Grup Rabobank melalui perjanjian bersyarat pada 11 Desember 2019. Perseroan menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk mengakuisisi penuh saham Rabobank.

Melalui prospektus yang disampaikan perusahaan mengenai rencana akuisisi saham, BCA selaku entitas induk akan menggenggam kepemilikan 99,99% setara 3.719.069 saham. Sedangkan sisanya akan dimiliki PT BCA Finance, anak usaha perseroan di bidang jasa pembiayaan mobil (multifinance).

3 .Tambah Modal, Mayapada Siap Rights Issue 2,27 Miliar Saham

Bank milik crazy rich Indonesia Dato' Sri Tahir, PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2.277.470.229 atau 2,27 miliar saham Seri B.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan MAYA tersebut setara dengan 25,00% dari modal disetor setelah terlaksananya penawaran umum terbatas (PUT) ke-XIII ini dengan nilai nominal Rp 100/saham. Hanya saja belum diungkapkan besaran harga pelaksanaan rights issue ini per sahamnya.

4. Resmi! Usai Dicaplok, Bank Artos Ganti Nama Jadi Bank Jago

Bank yang baru-baru ini dikendalikan oleh bankir Jerry NG dan Patrick Walujo, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) resmi mengubah nama perusahaan menjadi PT Bank Jago Tbk dan memindahkan kantor pusat dari Bandung ke Menara BTPN Jakarta Selatan mulai Kamis 11 Juni 2020.

Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat fun, mengatakan dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan alat kantor dari Jalan Otto Iskandardinata Nomor 18 Bandung Jawa Barat dipindahkan ke Menara BTPN lantai 46, Jalan Dr Ide Anak Agung Gde Agung Kav 55-56 Jakarta Selatan.

5. Wow! Grup Sinarmas Mau Beli Saham Bank China Senilai Rp 3,2 T

Grup usaha Sinar Mas, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) akan menjadi salah satu pemegang saham PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. (MCOR) atau CCB Indonesia, setelah menjadi pembeli siaga (standby buyer) dari penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue CCB Indonesia.

Dalam prospektus yang dipublikasikan perseroan Rabu ini (17/6/2020) CCB Indonesia akan menawarkan sebanyak 21.288.269.763 (21,28 miliar) saham baru dengan nilai nominal Rp 100/saham. Jumlah itu merupakan 56,14% dari jumlah saham yang beredar setelah Penawaran Umum Terbatas (PUT) V CCB Indonesia ini.

6. Japfa Comfeed Dapat Restu Rights Issue Jumbo Rp 4,5 T

Emiten peternakan ayam, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berencana menambah modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Rencana ini sudah mendapat restu pemegang saham perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 18 Juni 2020.

Perseroan berencana mengeluarkan saham baru Seri A sebanyak-banyaknya 3,51 miliar saham baru atau setara 30% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Belum ditetapkan harga pelaksanaan dari rights issue ini, namun nilai nominal per sahamnya Rp 200.

7. Sah! MIND ID Caplok 20% Saham Divestasi Vale Rp 5,5 T

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau kini bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) resmi mengakuisisi 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Penandatanganan pembelian saham divestasi itu dilakukan bersama dengan para pemegang saham mayoritas Vale Indonesia yaitu Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) dalam Perjanjian Jual Beli Saham (Shares Purchase Agreement) pada tanggal 19 Juni 2020.

8. Gelar Rights Issue, Bukopin Bakal Raih Dana Segar Rp 838 M

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 838,8 miliar dari penawaran umum terbatas kelima (PUT V) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Ini merupakan tahapan dari proses penambahan modal Bank Bukopin.

Jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini.

Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham.

9. Indomobil Rights Issue, Porsi Saham Salim Bakal Tergerus?

Gallant Venture Ltd, perusahaan yang sahamnya juga dipegang oleh Grup Salim di Singapura, bersama Keppel Group dan JTC Group ini berencana mengalihkan seluruh haknya dalam penerbitan saham baru PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang diharapkan mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juli mendatang.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan, IMAS berencana melakukan PUT III atau penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue kepada pemegang saham perseroan.

Saham yang akan diterbitkan adalah saham biasa sebanyak- banyaknya 1.229.012.627 saham biasa (1,22 miliar saham) dengan nilai nominal Rp 250/saham.

10. Telkom Masuk Gojek, Suntik Rp 2,17 T

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyebutkan langkah investasi yang dilakukan di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek dilakukan untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa nilai investasinya mencapai US$ 150 juta (Rp 2,17 triliun, asumsi kurs Rp 14.500/US$).

Penandatanganan perjanjian atas investasi ini telah dilakukan pada 16 November 2020. Investasi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel.

11. Mega Merger Emiten Prajogo Pangestu Rp 53 T Direstui

Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapat restu pemegang saham untuk melaksanakan penggabungan usaha atau merger dengan entitas anak, PT Styrindo Mono Indonesia (SMI).

Hal ini disepakati dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada Senin, 7 Desember 2020 di Wisma Barito Pacific Tower. Sebanyak 99,99% suara dari seluruh saham dengan hak suara yang sah dalam rapat tersebut telah menyetujui aksi korporasi ini.

12. Merger 3 Bank Syariah BUMN: Bank Syariah Indonesia

Rencana penggabungan usaha PT Bank BRISyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) kian dimatangkan.

Bank hasil penggabungan akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan kode saham tetap BRIS. Nama ini akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRISyariah Tbk. selaku Bank Yang Menerima Penggabungan (survivor entity).

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan seluruh proses dan tahapan-tahapan merger akan terus dikawal hingga penggabungan ketiga bank syariah BUMN selesai dilakukan.

13. Bank Asal Korea Caplok Lagi Emiten RI, Kali Ini Tifa Finance

The Korea Development Bank (KDB), bank asal Korea Selatan, akan mengambilalih mayoritas kepemilikan saham emiten pembiayaan PT Tifa Finance Tbk (TIFA) dari pemegang saham eksisting sebesar 870.763.100 saham yang mewakili 80,65% dari total modal yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Akuisisi ini akan menyebabkan perubahan pengendalian dalam perseroan oleh KDB, perusahaan yang didirikan dan tunduk kepada hukum negara Republik Korea yang kantor pusatnya terdaftar berada di 14 Eunhaeng-ro, Yeongdeungpo-Seoul, Korea Selatan.

14. Gojek Masuk Bank Jago

PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay, yang terafiliasi dengan Gojek telah resmi menjadi pemegang saham baru di PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan kepemilikan sebesar 22,16%. Diperkirakan total dana yang dikeluarkan dalam aksi korporasi ini mencapai Rp 2,77 triliun.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya. Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi.

Bank berbasis teknologi ini akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading