Selamat Jalan, Legenda! Ini Warisan Maradona ke Bank Sentral

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
26 November 2020 07:27
FILE - In this March 7, 2020 file photo, Diego Maradona, coach of Gimnasia y Esgrima, sits on the bench prior to Argentina's soccer league match against Boca Juniors at La Bombonera stadium in Buenos Aires, Argentina. Maradona turns 60 on Friday, Oct. 30, 2020. (AP Photo/Natacha Pisarenko, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari itu 22 Juni 1986. Momentumnya adalah pertandingan sepakbola Piala Dunia 1986 di Meksiko, tepatnya babak perempat final yang mempertemukan Inggris vs Argentina.

Pertandingan tersebut diisi oleh para pemain bintang bin legendaris. Di Tim Tiga Singa ada kiper Peter Shilton, gelandang Glenn Hoddle, sampai duet penyerang maut Gary Lineker-Peter Beardsley. Tim Tango tak kalah mentereng, karena ada nama-nama macam bek tangguh Oscar Ruggeri, gelandang lincah Jorge Burruchaga, sampai penyerang flamboyan Jorge Valdano.


Namun meski bertabur nama-nama beken, lakon dalam laga di Stadion Azteca itu cuma satu. Namanya Diego Armando Maradona.

Laga berjalan sengit, kedua tim punya kekuatan yang seimbang. Saling balas serangan menjadi warna dominan. 

Dalam laga seperti ini, hanya butuh satu orang untuk menjadi pembeda. Seorang El Diego sudah lebih dari cukup.

Maradona memborong dua gol yang sama-sama ikonik. Pertama adalah Gol Tangan Tuhan, di mana Maradona membobol gawang Shilton dengan tangan kirinya. Wasit Ali Bin Nasser dari Tunisia dan asistennya tidak melihat itu, sehingga gol Maradona dianggap sah. Maklum, kala itu belum ada Video Assistant Referee (VAR).

Gol kedua tidak kalah menarik, bahkan mungkin lebih dahsyat. Empat menit setelah Gol Tangan Tuhan, Maradona menggiring bola dari wilayah pertahanan Argentina. Melakukan solo run, Maradona melewati empat pemain Inggris (Beardsley, Peter Reid, Terry Butcher, dan Terry Fenwick).

Keindahan gol itu menjadi paripurna kala Maradona berhasil mengecoh Shilton sampai jatuh dan menceploskan bola ke gawang kosong. Pada 2002, gol itu dipilih sebagai yang terbaik abad 20. Goal of the Century.

Pada menit ke-81, Lineker mecetak gol buat Inggris tetapi tidak banyak membantu. Hasil akhir adalah 2-1 untuk kemenangan Maradona dan kolega.

Goal of the Century Jadi Ilham Kebijakan Ekonomi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading